Sejarah, Profil, Dan Prestasi Persib Bandung Sejarah, Profil, Dan Prestasi Persib Bandung

Sejarahbandung.com – Sejarah, Profil, dan Prestasi Persib Bandung- Persib Bandung merupakan klub yang memiliki cukup banyak penggemarnya, yakni para bobotoh. Mereka dikenal sebagai pendukung yang fanatik, sama layaknya seperti aremania ataupun para bonek. Rival utama persib Bandung dan pendukungnya adalah Persija Jakarta. Ketika kedua tim bertemu, maka bisa dipastikan aroma super panas bakal mengiringi pertandingan tersebut. Klub yang berdiri sejak zaman kolinial belanda ini memiliki suporter yang fanatik yakni Viking dan bobotoh. Klub yang identik dengan warna kostum kebanggan berwarna biru dan berlogo macan ini memang menjadi salah satu tim kuat di Indonesia Super League. Catatan prestasi tim ini relatif stabil di papan atas sepak bola Indonesia, sejak era Perserikatan sampai ke Liga Indonesia masa kini. Berikut ini Kumpulan Sejarah akan menginformasikan kepada Sobat Pecinta Bola Indonesia tentang Sejarah, Profil, dan Prestasi Persib Bandung secara lengkap. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega di depan tribun pacuan kuda. Tim BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan di luar kota seperti Yogyakarta dan Jatinegara Jakarta.

PSSI dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib. Perkumpulan ini kerap memandang rendah Persib, dan dianggap perkumpulan kelas dua. Persib memenangkan perang dingin dan menjadi perkumpulan sepakbola satu-satunya di Bandung dan sekitarnya. Klub-klub yang tadinya bernaung dibawah VBBO seperti UNI dan Sidolig pun bergabung dengan Persib.

Priangan si Jelita ( judul puisi karya Ramadhan KH, 1956) jadi bukti bahwa sejak dahulu tatar Sunda ini telah dikenal kemolekannya. Bandung pun kini berbenah untuk mengembalikan pamornya sebagaimana julukan Paris van Java, predikat di jaman kolonial Belanda. Sempat tercoreng karena masalah tumpukan sampah, kini ibukota propinsi Jawa Barat ini punya banyak taman tematik cantik. Taman-taman ini dibangun karena sang pemimpin kota ingin melihat warga Bandung berkegiatan di luar ruang dan menaikkan derjat index of happiness. Taman yang baru saja kudatangi yaitu Taman Sejarah dan Taman Balaikota Bandung adalah salah satu contohnya.

Baca Juga  : Yuk, Belajar Sejarah Sambil Bermain Di Taman Sejarah Bandung

Bandung itu tak ada matinya deh, warganya kreatif pisan. Tiap dekade selalu ada yang hits, bila kepopulerannya menurun segera ada pengganti lain. Dulu tahun 70an hits dengan kuliner yoghurt dan sosis, 80an kelom geulis, 90an jeans Cihampelas dan sepatu Cibaduyut. Lalu kini ngetop karena aneka factory outlet dan kuliner model baru seperti molen, brownies dll. Belakangan era pariwisata tampaknya yang membuat kota Bandung selalu macet di akhir pekan. Datang ke taman ini diajak oleh blogger Bandung bu Dey dan keluarga Sabtu sore. Kedatanganku yang hanya sekejap dimanfaatkan seefisien mungkin ha..

Hari yang semakin menggelap membatasi keinginan untuk mendatangi setiap pojok Taman Balai Kota satu per satu. Tiba-tiba saja bu Dey kasih ide untuk menjadikan taman ini sebagai lokasi kopdar esok hari. Pertimbangannya lokasi ini dekat dengan hotel tempatku menginap (hotel Amarossa jalan Aceh) supaya aku tak nyasar lagi. Jalan di Bandung itu memang menantang sekali deh, gampang banget bikin orang linglung. Bayangkan saja jalan Aceh itu panjang luar biasa, walau telah dipotong persimpangan namanya tak berubah, tetap Aceh.

Karena takut nyasar lagi, aku pesan ojek online, ongkos hanya 4 ribu rupiah saking dekatnya. Kopdar dengan dua blogger Bandung lainnya dilakukan setelah acara pernikahan kerabat Minggu siang. Aku janji bertemu kak Vivera Siregar seorang wanita serba bisa, guru bahasa Perancis dan juga fotografer, crafter, jago masak. Seorang lagi bibi titi teliti Erry Andriyati yang sudah kenal kurang lebih 6 tahun dan berkali-kali gagal kopdar. Akhirnya hilang deh rasa penasaran ketemu dengan seleblogger. Kopdar yang singkat, alhamdulillah mereka bersedia datang dari jauh menemuiku. Terima kasih banyak ya. Taman Balai Kota Bandung ini ada di kompleks perkantoran Walikota Bandung.

Keempat sisinya adalah jalan raya yang ramai. Letak tepatnya yaitu di antara Jalan Wastukencana, dan Jalan Merdeka. Orang Bandung biasa menyebutnya Balkot. Lokasi ini adalah pusat pemerintahan sekaligus tempat berkantor para walikota Bandung dari zaman dulu hingga kini. Halaman depan kantor pak Ridwan Kamil ini sangat luas dan sudah dijadikan taman selama puluhan tahun. Bahkan ini adalah taman paling tua di Bandung, dibangun tahun 1885. Nama taman ini dulu Pieter Sijthoffpark atau Pieterspark.

Nama itu diambil dari nama Asisten Residen Priangan yang berperan pada penghijauan kota. Tempat ini juga difungsikan sebagai kawasan area publik dan jadi salah satu tempat nongkrong warga segala umur, dari bayi sampai lansia. Pengunjung bisa menikmati susana tenang, teduh dan asri. Kulihat ada kelompok yang latihan musik, dancing, kelompok penyayang binatang, bermain sepeda dan inline skate, dll. Di taman warga bisa belajar aneka jenis tanaman, baik itu bunga, tanaman penutup tanah ataupun pohon peneduh. Juga belajar pohon sebagai habitat satwa liar seperti burung dan tupai. Dari flora dan fauna, udara segar, air bersih dan tanah yang subur kita belajar berinteraksi dan memahami. Betul kata bu Dey Taman Balai Kota Bandung punya banyak nama.

Yuk, Belajar Sejarah Sambil Bermain Di Taman Sejarah Bandung Yuk, Belajar Sejarah Sambil Bermain Di Taman Sejarah Bandung

Sejarahbandung.com – Ruang publik di kompleks Pemerintahan Kota Bandung semakin luas. Di belakang Balai Kota Bandung kini terdapat taman baru yang disebut Taman Sejarah. Warga mengisi libur akhir pekan di Taman Sejarah Bandung. Meski belum diresmikan, Taman Sejarah sudah ramai dikunjungi masyarakat. Taman ini disebut Taman Sejarah karena dilengkapi informasi tentang pemimpin-pemimpin Kota Bandung dari masa ke masa.Pada stiker media kaca ini terdapat gambar dan sejarah wali kota dari masa ke masa. Terdapat stiker media kaca, relief, dan mural yang masing-masing menceritakan hal yang berbeda. Dalam stiker media kaca terdapat gambar dan sejarah wali kota dari masa ke masa. Ada 16 wali kota yang terpampang di sana. Ada 16 wali kota yang terpampang di sana. Sementara itu, relief khusus menceritakan sejarah Bandung era Wiranatakusumah.

Bandung masa lalu hingga masa kini secara umum terceritakan di tembok dengan grafis modern. Mulai dari Kota Bandung era saat ini, Kota Bandung prasejarah, Tangkubanparahu, dan masa setelah kemerdekaan. Karena itu, Pemkot Bandung mendedikasikan satu area untuk dibuat khusus yang dulunya adalah bekas area parkir gedung DPRD Kota Bandung menjadi lokasi wisata sejarah. Warga bisa berwisata sejarah sambil bermain di taman seluas 2.600 meter persegi ini. Selain itu, lanjut Emil, tujuan dibangunnya Taman Sejarah agar warga Bandung bisa berbahagia sambil belajar. Taman ini cukup luas, yakni seluas 2,600 meter persegi. Terdapat kursi-kursi kayu dan amphiteater untuk tempat duduk pengunjung. Di Taman Sejarah juga terdapat kolam dangkal yang bisa dipakai bermain air oleh anak-anak.

Sebelum pindah ke Bandung, Liem Sang masuk Islam dan berganti nama menjadi Munada. Keputusan masuk Islam dan ganti nama diambil karena pertimbangan praktis, sebab sejak 1821 sampai 1852, Bandung tertutup untuk orang asing. Munada yang beragama Islam tentu akan dianggap sebagai warga pribumi dan akan mudah untuk masuk ke kota Bandung dan berbisnis. Dalam naskah Wawacan Carios Munada (1993) yang dikaji oleh Edi S. Ekadjati dkk., Munada yang mualaf suka berpakaian ala Muslim serta menjalankan salat dan puasa. Namun, kebiasaan lamanya mengisap candu, berjudi, mencuri, dan main perempuan tak kunjung ditinggalkan. Di Bandung, Munada yang jago omong berhasil mendekati Nagel dan membuat dirinya menjadi kontraktor penyedia kuda, kerbau, dan dokar bagi keperluan transportasi Jalan Raya Pos. Bisnis ini sama dengan yang ia lakukan saat tinggal di Cianjur. Kali ini, cakupannya lebih luas. Tak hanya menggeluti bisnis hewan untuk transportasi, Munada juga berjualan kain batik, laken, madras, encit, dan kanteh. Bisnis ini membuatnya bisa berkenalan dengan para priyayi Bandung.

Baca Juga  : Sejarah Kota Bandung – Sejarah Dunia

Namun, keuntungan besar yang diraih Munada dihambur-hamburkan untuk berjudi, mengisap candu, dan memuaskan nafsu birahi. Walhasil, ia terlilit utang kepada negara sebesar tiga ratus gulden. Utang inilah yang ditagih Nagel lewat ajudannya, Baron. Namun, karena uangnya habis, Munada menghadap Nagel dan memohon kepada Asisten Residen Priangan itu untuk sementara menalangi utangnya. Permohonan Munada dikabulkan. Syaratnya, Munada harus mau disuruh menjual kerbau milik Nagel sebanyak enam pasang di Balubur, Limbangan.

Tapi Munada tetaplah Munada. Ia tak bisa menghilangkan kebiasaannya berjudi dan main perempuan. Hasil penjualan kerbau milik Nagel ia habiskan untuk berfoya-foya. Saat aparat negara mencarinya, ia tengah main judi sambil ditemani seorang ronggeng. Setelah ditangkap dan disiksa, ia dijebloskan ke penjara. Di bui, Munada bertemu dengan Mas Suradireja. Hoofdjaksa atau Jaksa Kepala Bandung saat itu dijabat oleh Raden Demang Mangunagara. Ia mempunyai seorang juru simpan alias bendahara yang bertanggungjawab juga atas gudang yang menyimpan cadangan logistik. Posisi itu diisi oleh Mas Suradireja, yang dipenjara atas dakwaan meracuni Nyi Asmah, istrinya sendiri.

Sebelumnya, Nyi Asmah mati mendadak. Tuduhan terarah kepada Suradireja karena pasangan suami-istri itu terkenal tidak harmonis. Menurut sang suami, Nyi Asmah terlampau cerewet. Mula-mula Nyi Asmah diduga mati karena wabah penyakit. Namun, Patih Bandung mendapat kabar bahwa Suradireja-lah yang sengaja meracuninya. Tak terima juru simpannya ditahan, Mangunagara menaruh dendam kepada Patih Bandung dan Asisten Residen Priangan. Dilatarbelakangi perkara yang berbeda, Mangunagara juga menaruh dendam kepada Bupati Bandung, Wiranatakusumah III. Konon, Wiranatakusumah III mempunyai seorang anak perempuan cantik bernama Ratna Ayu Rajapamerat. Mangunagara menaruh hati padanya.

Namun, kasihnya tak sampai karena ayah sang menikahkan putrinya dengan Raden Suriakusumah Adinata, putra Bupati Sumedang. Setelah bebas, Munada menemui Mangunagara. Mereka membicarakan dendam kesumat yang mesti dibalas. Untuk melancarkan eksekusi, mereka melibatkan 11 orang lain yang akan membantu Munada di lapangan. “Jaksa dan Munada mengangkat sumpah di hadapan kitab suci Alquran dengan disaksikan oleh para hadirin bahwa keduanya akan menyimpan rahasia,” terang Edi S. Ekadjati dkk.

Sejarah Kota Bandung - Sejarah Dunia Sejarah Kota Bandung - Sejarah Dunia

Sejarahbandung.comKota Bandung merupakan kota metropolitan terbesar di Provinsi Jawa Barat, sekaligus menjadi ibu kota provinsi tersebut. Kota ini terletak 140 km sebelah tenggara Jakarta, dan merupakan kota terbesar di wilayah Pulau Jawa bagian selatan. Sedangkan wilayah Bandung Raya (Wilayah Metropolitan Bandung) merupakan metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelah Jabodetabek.Kota kembang merupakan sebutan lain untuk kota ini, karena pada zaman dulu kota ini dinilai sangat cantik dengan banyaknya pohon-pohon dan bunga-bunga yang tumbuh di sana. Selain itu Bandung dahulunya disebut juga dengan Parijs van Java karena keindahannya. Kata Bandung berasal dari kata bendung atau bendungan karena terbendungnya sungai Citarum oleh lava Gunung Tangkuban Parahu yang lalu membentuk telaga. Legenda yang diceritakan oleh orang-orang tua di Bandung mengatakan bahwa nama Bandung diambil dari sebuah kendaraan air yang terdiri dari dua perahu yang diikat berdampingan yang disebut perahu bandung yang digunakan oleh Bupati Bandung, R.A. Wiranatakusumah II, untuk melayari Ci Tarum dalam mencari tempat kedudukan kabupaten yang baru untuk menggantikan ibukota yang lama di Dayeuhkolot.

Berdasarkan filosofi Sunda, kata Bandung juga berasal dari kalimat Nga-Bandung-an Banda Indung, yang merupakan kalimat sakral dan luhur karena mengandung nilai ajaran Sunda. Nga-Bandung-an artinya menyaksikan atau bersaksi. Banda adalah segala sesuatu yang berada di alam hidup yaitu di bumi dan atmosfer, baik makhluk hidup maupun benda mati. Sinonim dari banda adalah harta. Indung berarti Ibu atau Bumi, disebut juga sebagai Ibu Pertiwi tempat Banda berada. Dari Bumi-lah semua dilahirkan ke alam hidup sebagai Banda. Segala sesuatu yang berada di alam hidup adalah Banda Indung, yaitu Bumi, air, tanah, api, tumbuhan, hewan, manusia dan segala isi perut bumi. Langit yang berada di luar atmosfer adalah tempat yang menyaksikan, Nu Nga-Bandung-an. Yang disebut sebagai Wasa atau Sang Hyang Wisesa, yang berkuasa di langit tanpa batas dan seluruh alam semesta termasuk Bumi. Jadi kata Bandung mempunyai nilai filosofis sebagai alam tempat segala makhluk hidup maupun benda mati yang lahir dan tinggal di Ibu Pertiwi yang keberadaanya disaksikan oleh yang Maha Kuasa. Kota Bandung secara geografis memang terlihat dikelilingi oleh pegunungan, dan ini menunjukkan bahwa pada masa lalu kota Bandung memang merupakan sebuah telaga atau danau.

Legenda Sangkuriang merupakan legenda yang menceritakan bagaimana terbentuknya danau Bandung, dan bagaimana terbentuknya Gunung Tangkuban Perahu, lalu bagaimana pula keringnya danau Bandung sehingga meninggalkan cekungan seperti sekarang ini. Air dari danau Bandung menurut legenda tersebut kering karena mengalir melalui sebuah gua yang bernama Sanghyang Tikoro. Daerah terakhir sisa-sisa danau Bandung yang menjadi kering adalah Situ Aksan, yang pada tahun 1970-an masih merupakan danau tempat berpariwisata, tetapi saat ini sudah menjadi daerah perumahan untuk permukiman. Kota Bandung mulai dijadikan sebagai kawasan permukiman sejak pemerintahan kolonial Hindia Belanda, melalui Gubernur Jenderalnya waktu itu Herman Willem Daendels, mengeluarkan surat keputusan tanggal 25 September 1810 tentang pembangunan sarana dan prasarana untuk kawasan ini. Dikemudian hari peristiwa ini diabadikan sebagai hari jadi kota Bandung. Kota Bandung secara resmi mendapat status gemeente (kota) dari Gubernur Jenderal J.B. 900 ha, dan bertambah menjadi 8.000 ha pada tahun 1949, sampai terakhir bertambah menjadi luas wilayah saat ini. Pada masa perang kemerdekaan, pada 24 Maret 1946, sebagian kota ini dibakar oleh para pejuang kemerdekaan sebagai bagian dalam strategi perang waktu itu.

Baca Juga  : Julukan Yang Paling Terkenal Dari Kota Bandung

Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Bandung Lautan Api dan diabadikan dalam lagu Halo-Halo Bandung. Selain itu kota ini kemudian ditinggalkan oleh sebagian penduduknya yang mengungsi ke daerah lain.Kota Bandung tidak berdiri bersamaan dengan pembentukan Kabupaten Bandung. Kota itu dibangun dengan tenggang waktu sangat jauh setelah Kabupaten Bandung berdiri. Kabupaten Bandung dibentuk pada sekitar pertengahan abad ke-17 Masehi, dengan Bupati pertama tumenggung Wiraangunangun. Semula Kabupaten Bandung beribukota di Krapyak (sekarang Dayeuhkolot) kira-kira 11 kilometer ke arah Selatan dari pusat kota Bandung sekarang. Untuk kelancaran menjalankan tugasnya di Pulau Jawa, Daendels membangun Jalan Raya Pos (Groote Postweg) dari Anyer di ujung barat Jawa Barat ke Panarukan di ujung timur Jawa timur (kira-kira 1000 km). Pembangunan jalan raya itu dilakukan oleh rakyat pribumi di bawah pimpinan bupati daerah masing-masing. Di daerah Bandung khususnya dan daerah Priangan umumnya, Jalan Raya pos mulai dibangun pertengahan tahun 1808, dengan memperbaiki dan memperlebar jalan yang telah ada. Di daerah Bandung sekarang, jalan raya itu adalah Jalan Jenderal Sudirman – Jalan Asia Afrika – Jalan A. Yani, berlanjut ke Sumedang dan seterusnya.

Untuk kelancaran pembangunan jalan raya, dan agar pejabat pemerintah kolonial mudah mendatangi kantor bupati, Daendels melalui surat tanggal 25 Mei 1810 meminta Bupati Bandung dan Bupati Parakanmuncang untuk memindahkan ibukota kabupaten, masing-masing ke daerah Cikapundung dan Andawadak (Tanjungsari), mendekati Jalan Raya Pos. Rupanya Daendels tidak mengetahui, bahwa jauh sebelum surat itu keluar, bupati Bandung sudah merencanakan untuk memindahkan ibukota Kabupaten Bandung, bahkan telah menemukan tempat yang cukup baik dan strategis bagi pusat pemerintahan. Tempat yang dipilih adalah lahan kosong berupa hutan, terletak di tepi barat Sungai Cikapundung, tepi selatan Jalan Raya Pos yang sedang dibangun (pusat kota Bandung sekarang). Alasan pemindahan ibukota itu antara lain, Krapyak tidak strategis sebagai ibukota pemerintahan, karena terletak di sisi selatan daerah Bandung dan sering dilanda banjir bila musim hujan. Sekitar akhir tahun 1808/awal tahun 1809, bupati beserta sejumlah rakyatnya pindah dari Krapyak mendekali lahan bakal ibukota baru. Mula-mula bupati tinggal di Cikalintu (daerah Cipaganti), kemudian pindah ke Balubur Hilir, selanjutnya pindah lagi ke Kampur Bogor (Kebon Kawung, pada lahan Gedung Pakuan sekarang). Tidak diketahui secara pasti, berapa lama Kota Bandung dibangun. Akan tetapi, kota itu dibangun bukan atas prakarsa Daendels, melainkan atas prakarsa Bupati Bandung, bahkan pembangunan kota itu langsung dipimpin oleh bupati.

Julukan Yang Paling Terkenal Dari Kota Bandung Julukan Yang Paling Terkenal Dari Kota Bandung

Sejarahbandung.com –  Kali ini kita akan bahas tentang Julukan Kota Bandung. Kota Bandung merupakan kota metropolitan terbesar di Provinsi Jawa Barat, sekaligus menjadi ibu kota provinsi tersebut. Kota ini terletak 140 km sebelah tenggara Jakarta, dan merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya menurut jumlah penduduk. Selain itu, Kota Bandung juga merupakan kota terbesar di wilayah Pulau Jawa bagian selatan. Sedangkan wilayah Bandung Raya (Wilayah Metropolitan Bandung) merupakan metropolitan terbesar ketiga di Indonesia setelah Jabodetabek dan Gerbangkertosusila (Gerbangkertosusilo).

Kota Bandung memiliki banyak sekali julukan. Salah satunya adalah julukan Kota Kembang. Kota Bandung dinilai sangat cantik dengan tumbuhnya pohon-pohon dan bunga-bunga yang tumbuh. Banyak ratusan jenis bunga yang tumbuh di Kota ini. Atas dasar itulah, Kota Bandung dijuluki sebagai Kota Kembang. Ada juga yang menganalogikan Kota Kembang sebagai kecantikan gadis-gadis Bandung. Kota Bandung dahulu kala terkenal dengan keindahan alam dan kesejukan udaranya. Suasana ini sangat disukai oleh orang2 kolonial, dan menurut mereka sama dengan kota Paris Perancis. Oleh karena itulah mereka memberi julukan Paris Van Java kepada Kota Bandung, yang artinya kota Paris dari Pulau Jawa.

Selain itu, Bandung juga menjadi pusat fashion anak muda, sama halnya dengan Paris yang menjadi pusat perkembangan mode dunia. Mengunjungi Kota Bandung tak lengkap kalau belum mengulik sisi-sisi sejarah yang ada di dalamnya. Banyak tempat-tempat bersejarah yang menyimpan berbagai cerita. Tempat diadakannya konferensi tingkat tinggi yang bertujuan mempromosikan kerjasama ekonomi dan kebudayaan antar negara di Asia dan Afrika. Museum ini memamerkan benda-benda 3 dimensi dan foto-foto mengenai peristiwa konferensi dan juga menyediakan beberapa fasilitas lainnya seperti perpustakaan, warung internet, dan toko souvenir. Hal lainnya yang membuat unik adalah, disepanjang jalan Asia Afrika dan Jalan Merdeka setiap bangunan dan hiasan berbau Asia Afrika menghiasi jalan. Titik ini ada di Jalan Asia Afrika, tepatnya didepan Dinas Bina Marga Jawa Barat. Dahulunya, Herman Willem Daendels yang membuat program pembangunan Jalan Raya Pos dari Anyer hingga Panarukan. Ketika ia bertemu dengan R.A. Wiranatakusumah II (Bupati Bandung dahulu). Ia menancapkan tongkatnya di tanah dan berkata “Zorg, dat als ik terug kom hier een stad is gebouwd!

” yang artinya, “usahakan, ketika saya kembali kesini, sebuah kota telah dibangun! ” konon katanya, tempat penancapan tongkat itu dijadikan titik Km 0 kota Bandung. Hotel ini mengandung sejarah. Bukan hanya karena desainnya yang unik, tapi karena sebelum pindah ke tangan pribumi (Bidakara Group), hotel ini adalah milik sebuah keluarga berkebangsaan Jerman. Dahulunya hotel ini terbuat dari bambu, namun setelah berpindah kepemilikan, desainnya dirubah menjadi Neo Gothic Romantic. Hotel ini kerap dijadikan tempat menginapnya tokoh-tokoh penting dari seluruh dunia, seperti para presiden negara Asia dan Afrika saat KAA, bahkan komedian asal Inggris, Charlie Chaplin juga pernah menginap di hotel ini.

Tugu ini tak lain adalah mesin TIK pertama yang dimiliki Kantor Pikiran Rakyat, dengan tipe Setter Linotype Model 73. R 4728 buatan Inggris. Alun-alun Bandung adalah sebuah tempat utama perkumpulan warga Bandung untuk beristirahat dan melakukan rekreasi. Dengan lahan seluas 1,2 hektare alun-alun menjadi simbol utama kota Bandung. Disebelahnya, berdiri Masjid Raya Bandung yang megah dengan menara yang menjulang tinggi hingga 81 Km, sehingga memungkinkan masyarakat untuk melihat keseluruhan kota Bandung. Alun-alun dan Masjid Raya Bandung berlokasi di pusat kota Bandung, tepatnya di Jalan Masjid Agung, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung. Penjara Banceuy ini adalah tempat Ir.

Baca Juga  : Ayo Belajar Sejarah Di Taman Sejarah Bandung

Soekarno ditahan selama 8 bulan oleh Belanda. Namun, selama dipenjara Soekarno berhasil mengonsep sebuah pidato berjudul Indonesia Menggugat. Bangunan di Penjara Banceuy ini sudah banyak yg runtuh, hanya tersisa satu penjara bernomor 5, yg dahulu ditempati Soekarno. Semenjak KAA 2015 lalu Penjara Banceuy direnovasi atas inisiatif warga sekitar sehingga lebih menarik untuk dikunjungi. Sumur Bandung merupakan sebuah sumur tua yang terletak di pertigaan Jalan Asia-Afrika dan Jalan Cikapundung, tepatnya di lantai dasar gedung PLN distribusi Jawa Barat. Sumur ini memiliki hubungan erat dengan sejarah berdirinya kota Bandung. Konon ada sebuah cerita, ketika dahulu R.A. Wiranatakusumah II berjalan-jalan bersama para rombongannya untuk mencari pusat kota yang cocok.

Beliau menancapkan tongkatnya ke tanah dan ketika dicabut, dari bekas tancapan itu keluar air. Sejak saat itu Sumur Bandung dibangun disana sebagai salah satu bukti sejarah. Bank Indonesia yang terletak di Jalan Braga, Bandung ini merupakan sebuah daya tarik luar biasa ditengah kota Bandung. Bank ini merupakan bank hasil nasionalilasi Bank Belanda, yaitu de Javasche Bank, yang pada masa kolonial bertugas sebagai bank sirkulasi Hindia Belanda. Pada 24 Januari 1953, wakil presiden Moh. Hatta mengatakan bahwa bank ini akan ikut menyelenggarakan kebijaksanaan moneter pemerintah dan akan aktif mempengaruhi perkembangan perekonomian dalam masyarakat.

Ayo Belajar Sejarah Di Taman Sejarah Bandung Ayo Belajar Sejarah Di Taman Sejarah Bandung

Sejarahbandung.com – Belajar sejarah memang penting, namun, terkadang membaca buku tebal membuat kita pusing. Untuk itu, kita perlu mempelajari sejarah dengan cara yang lebih unik dan menarik, salah satu caranya bisa dengan datang ke Taman Sejarah Bandung. Taman Sejarah berlokasi di persimpangan Jalan Aceh dan Jalan Merdeka. Mudahnya, di belakang Balai Kota Bandung. Taman ini disebut Taman Sejarah karena memiliki informasi tentang pemimpin Bandung dari masa ke masa. Informasi berupa gambar dan biografi Wali Kota tersebut dipajang dalam stand kaca. Selain itu, taman ini juga dihiasi dengan mural warna-warni yang terkesan imut dan “nyeni banget”. Gambar yang terdapat dalam mural tersebut menceritakan tentang Kota Bandung dari masa ke masa. Mulai dari prasejarah, hingga Bandung saat ini. Kisah Tangkuban Perahu juga diceritakan di mural tersebut. Pada tembok yang lain, ada relief khusus yang menceritakan tentang kota Bandung pada masa kepemimpinan Wiranatakusumah, sang pendiri kota Bandung. Tidak hanya itu, Taman Sejarah juga memiliki fasilitas kolam renang mini. Kolam ini hanya dibuka saat weekend, hari Sabtu dan Minggu, pas dengan hari libur anak-anak. Museum Sejarah Bandung dan Bandung Planning Gallery yang berada dalam kompleks taman juga menjadi pelengkap wisata sejarah ini. Museum Sejarah Bandung juga memberikan gambaran perjalanan Bandung dari masa ke masa, sementara Bandung Planning Gallery berisi informasi komplit berkaitan dengam perencanaan kota Bandung yang disajikan secara digital.

Ruang 6 menyajikan informasi tentang aspek positif geologi terutama berkaitan dengan gejala gunung berapi. Ruang 7 menjelaskan tentang sumberdaya air dan pemanfaatannya, juga pengaruh lingkungan terhadap kelangsungan sumber daya. Mencoba berbagai wahana permainan seru di Trans Studio Bandung, bukan saja impian anak-anak. Orang dewasa dan anak muda ikut larut bahkan jumlahnya sangat banyak. Salah satu tempat wisata favorite di Bandung ini dalam waktu singkat meraih penggemar yang cukup tinggi bukan hanya masyarakat Jawa Barat tetapi juga dari berbagai wilayah di Indonesia. Theme park indoor (studio) dengan wahana permainan terbaik ini baru dibuka pada tanggal 18 juni 2011, dan menempati area pusat perbelanjaan Bandung Supermal (sekarang bernama Trans Mal).Trans Studio Bandung yang dibuka untuk umum pada bulan Juni 2011 ini mempunyai 20 macam wahana permainan yang sangat menyenangkan dan memacu adrenalin. 20 wahana permainan tersebut dibagi menjadi 3 kawasan yang mempunyai tema berbeda, yaitu: Studio Central (suasana broadway), The Lost City (suasana alam), dan Magic Corner (suasana mistis).

3 kawasan ini mempunyai wahana permainan yang berbeda-beda dan dinamai sesuai dengan program TV yang ada di Trans TV dan Trans7. Perlu diingat bahwa anak berusia kurang dari 7 tahun, atau belum mencapai tinggi badan minimum tidak dapat bermain di beberapa wahana karena alasan keselamatan. 1. ‘Yamaha Racing Coaster. Wahana ini cocok untuk mereka yang ingin menguji derasnya adrenalin karena mampu melesat dengan kecepatan 120 kilo meter perjam dalam 3,5 detik. Konon wahana yang dimiliki oleh Trans Studio Bandung itu hanya tersedia tiga unit di dunia, dua unit lainnya terpasang di Amerika Serikat. Dengan mengarungi ganasnya rimba Afrika demi menuntaskan misi penyelamatan, Anda akan memahami makna dari kata ‘Jelajah’ yang sebenarnya. Rasakan sensasi jatuh dari air terjun setinggi 13 meter. Ayunan pendulum raksasa yang pertama di Indonesia ini akan mengajak Anda berputar-putar di ketinggian 18 meter. Bioskop simulator berteknologi 4 dimensi pertama di dunia yang menampilkan superhero karya MARVEL seperti Spiderman, Hulk, Iron Man, Wolverine, dan musuh-musuh mereka. Kincir angin raksasa yang membawa Anda berputar 360 derajat secara vertikal. Sajian yang mengungkap rahasia dibalik film-film action seperti ledakan, tembakan, dan semburan air. Mengunjungi negeri raksasa di atas awan yang siap menjatuhkan Anda dari ketinggian 20 meter.

Petualangan yang penuh misteri dan menyeramkan yang akan membawa Anda ke tempat tempat berhantu di Bandung. Menantang tantangan dengan memanjat dinding untuk mencuri permata yang dijaga King Kong. Menyajikan petualangan menunggang naga a la ksatria. Wahana ini diklaim sebagai area softplay tematik terbesari se-Asia Tenggara dengan empat area yang akan membuat anak-anak betah bermain. Menyediakan track balapan sepanjang hampir 1 kilo meter dengan kecepatan maksimum 40 km/jam. Menampilkan pengalaman menonton layar lebar yang lebih nyata kepada pengunjung. Merupakan sajian petualangan berkeliling Nusantara bersama si Bolang, tokoh bocah petualang. Kota Bandung merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia yang memiliki kecenderungan perkembangan ke arah kota metropolitan seperti halnya Jakarta. Kota Bandung dibandingkan dengan kota-kota lainnya adalah banyak memiliki potensi yangsekaligus menjadi identitas kota. Salah satunya adalah kawasan Cibaduyut yang dikenal sebagai kawasan sentra industri kerajinan sepatu. Lebih jauh perkembangan kawasan Cibaduyut mengakibatkan tumbuhnya Jalan Cibaduyut sebagai kawasan perdagangan seiring dengan kebutuhan masyarakat akan produk yang dihasilkan.

Timbulnya Jalan Cibaduyut sebagai kawasan komersial menyebabkan berubahnya kawasan menjadi ruang terbuka aktif dengan terjadinya berbagai aktivitas di dalam kawasan. Menurut sejarah, mulai berkembangnya industri dan perdagangan alas kaki Cibaduyut telah cukup lama. Mereka memulai membuka usaha membuat dan menjual produk alas kaki secara kecil-kecilan di lingkungan rumah tangganya dengan melibatkan tenaga kerja anggota keluarganya. Dengan semakin berkembangnya pesanan, maka mulai merekrut pekerja yang berasal dari warga sekitarnya, sehingga keterampilan dalam membuat alas kaki ini menyebar dan ditularkan dalam lingkungan keluarga dan warga masyarakat sekitarnya. Menurut informasi dari para tokoh pengusaha alas kaki Cibaduyut bahwa sebelum penjajahan Jepang tahun 1940 telah berkembang sejumlah pengrajin sepatu di Cibaduyut sebanyak 89 orang. Hal ini tidak terlepas dengan semakin meningkatnya pesanan, karena dinilai produk sepatu Cibaduyut memiliki kualitas yang sangat baik memenuhi selera konsumen pada masa itu. Bahkan,setelah negara Indonesia merdeka pada tahun 1950-an jumlah unit usaha alas kaki berkembang menjadi 250 unit usaha.

Analisis Sejarah Peristiwa Bandung Lautan Api Analisis Sejarah Peristiwa Bandung Lautan Api

Sejarahbandung.com – “Jangan Sekali-sekali Meninggalkan Sejarah.” -Presiden Pertama Republik Indonesia sekaligus Bapak Proklamasi Indonesia, Sejarah adalah sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Karena dengan mempelajari ataupun mengetahui peristiwa sejarah kita tidak akan terjatuh kedalam lubang yang sama dengan orang-orang terdahulu. Setiap orang mungkin memiliki pengertian sejarah menurut diri mereka masing-masing. Jadi, apa pengertian sejarah menurut anda? Kalau menurut saya sejarah adalah suatu peristiwa di masa lalu yang dianggap penting dan berpengaruh untuk masa depan, sesuatu yang dapat menjadi pelajaran bagi masa depan, sesuatu yang sangat dekat dengan diri kita. Dalam pembahasan suatu peristiwa sejarah tentunya kita tak akan terlepas dari 5 konsep sejarah, yaitu konsep Diakronik, konsep Sinkronik, konsep Kronologis, konsep Ruang, dan konsep Waktu. Tak terkecuali peristiwa Bandung Lautan Api. Kali ini saya akan membahas peristiwa sejarah Bandung Lautan Api dengan 5 konsep tersebut. Peristiwa Bandung Lautan Api bermula ketika kedatangan pasukan Inggris dari Bigade MacDonald pada tanggal 12 Oktober 1945. Sejak semula hubungan mereka dengan pemerintah RI sudah tegag. Mereka menuntut agar semua senjata api yang ada di tangan penduduk, kecuali TKR dan polisi, diserahkan kepada mereka.

Akibatnya, bentrokkan bersenjata anatar Inggris dan TKR tidak dapat dihindari. Pada malam hari tanggal 21 November 1945, TKR dan badan-badan perjuangan melancarkan serangan terhadap kedudukan-kedudukan Inggris di bagian utara, termasuk Hotel Homann dan Hotel Preanger yang mereka gunakan sebgaai markas. Pada tanggal 24 November 1945, MacDonald menyampaikan ultimatum kepada Gubernur Jawa Barat agar Bandung Utara dikosongkan oleh penduduk Indonesia, termasuk pasukan bersenjata. Ultimatum tersebut mendorong Kota bandung untuk melakukan operasi bumi hangus. Bandung sengaja dibakar oleh TRI dan Rakyat setempat dengan maksud agar sekutu tidak dapat menggunakan Bandung sebagai markas strategis militer. Dalam pertempuran ini, Muhammad Toha dan Muhammad Ramadan, dua anggota milisi BRI (Barisan Rakyat Indonesia) terjun dalam misi untuk menghancurkan gudang amunisi tersebut. Muhammad Toha berhasil meledakkan gudang tersebut dengan dinamit. Gudang tersebut meledak dan terbakar bersama kedua milisi tersebut didalamnya. Peristiwa ini dilakukan oleh para masyarakat Bandung yang jumlahnya sekitar 200.000 orang. Dalam waktu tujuh jam, mereka melakukan pembakaran rumah serta harta benda mereka sebelum akhirnya pergi meninggalkan Bandung.

Sejak saat itu, kurang lebih pukul 24:00, Bandung Selatan telah kosong dari penduduk dan TRI. Pada tanggal 23 Maret 1946, sekutu mengeluarkan ultimatumnya yang berisi perintah agar TRI (Tentara Republik Indonesia) segera meninggalkan Kota Bandung. Setelah mendengar ultimatum tersebut pula pemerintah Indonesia yang berada di Jakarta menginstruksikan agar TRI mengosongkan Kota Bandung untuk keamanan rakyat. Akan tetapi, perintah ini berbeda dengan yang diberikan dari markas TRI di Yogyakarta. Markas TRI di Yogyakarta memberikan instruksi agar TRI terus bertahan di Bandung. Dalam masa ini kondisi di Kota Bandung menjadi semakin genting. Situasi di kota ini menjadi terasa mencekam serta dipenuhi oleh orang-orang yang panik. Para pejuang Indonesia pun bingung dalam mengikuti instruksi yang berbeda dari pusat Jakarta dan Yogyakarta. Di sisi lain, setelah mendengar ultimatum tersebut, Madjelis Persatoean Perjoangan Priangan (MP3) melakukan musyawarah dan akhirnya didapatkanlah keputusan untuk membumihanguskan Kota Bandung. Hasil musyawarah tersebut diumumkan oleh Kolonel Abdoel Haris Nasoetion sebagai Komandan Divisi III TRI.

Baca Juga  : Mengenal Sejarah Di Balik Jalan Asia-Afrika Bandung

Pembakaran kota berlangsung malam hari sambil para penduduknya pergi meninggalkan Bandung. Operasi bumi hangus ini membuat asap hitam mengepul tinggi menyelimuti Kota Bandung. Semua listrik pun turut padam. Dalam kondisi genting ini, tentara Inggris juga menyerang sehingga pertempuran sengit tidak terindahkan. Pertempuran terbesar berlangsung di Desa Dayeuhkolot, sebelah selatan Bandung. Pasukan Inggris bagian dari Brigade MacDonald tiba di Bandung. TKR serta sebagian badan perjuangan Indonesia melancarkan serangan pada kedudukan-kedudukan Inggris di wilayah Bandung bagian utara. Hotel Homann dan Hotel Preanger yang dipakai musuh sebagai markas juga tiak luput dari serangan. Brigade MacDonald mengeluarkan ultimatum pada Gubernur Jawa Barat agar Bandung Utara segera dikosongkan oleh masyarakat Indonesia, termasuk juga dari pasukan bersenjata. Pecahnya pertempuran antara sekutu dan pejuang Bandung. Sekutu kembali mengeluarkan ultimatum agar TRI segera meninggalkan Kota Bandung. Lalu, sekutu meminta masyarakat Indonesia untuk meninggalkan Bandung Utara. Dalam masa ini, sekutu membagi Bandung dalam dua sektor, yaitu Bandung Utara dan Bandung Selatan. Para pejuang Indonesia melancarkan serangan besar-besaran kepada sekutu. Mereka menyerang pos-pos sekutu. Mereka juga membakar semua isi Kota Bandung Utara. Aksi ini dilakukan oleh 200.000 orang selama 7 jam. Istilah atau sebutan ‘Bandung Lautan Api’ muncul di harian Suara Merdeka. Berita tersebut ditulis oleh seorang wartawan muda, Atje Bastaman.

Objek wisata Tebing Keraton akan menyuguhkan Anda pemandangan cantik dari kota Bandung, terutama jika Anda datang sebelum jam 6. Ketika Anda datang ke tempat wisata di Bandung yang romantis ini, Anda akan disuguhkan pemandangan kota Bandung yang masih berselimut kabut tebal. Anda juga bisa menyaksikan proses matahari terbit dari bukit sebelah timur dan mengabadikannya dengan kamera. Anda pernah menonton film The Hobbit? Kalau iya, Anda pasti sudah familier dengan desa kurcaci. Farm House Lembang merupakan objek wisata Bandung yang mengusung konsep desa kurcaci seperti di film The Hobbit. Di tempat bisa merasakan suasana kehidupan bangsa Eropa. Anda juga bisa merasakan bagaimana memakai kostum tradisional orang Eropa karena ada penyewaan pakaian-pakaian bergaya Eropa di Farm House Lembang ini. Selain desa kurcaci, Farm House Lembang juga menyuguhkan peternakan dan perkebunan dengan konsep Eropa. Singkatnya, jika Anda berkunjung ke Farm House Lembang Anda bisa merasakan atmosfer Eropa di Kota Bandung. Sehingga tidak heran jika Farm House Lembang merupakan objek tempat wisata anak di Bandung yang menyuguhkan spot foto terbaik untuk Anda. Anda tidak perlu khawatir dengan uang masuk karena Farm House Lembang merupakan wisata Bandung murah meriah yang bisa Anda akses dengan tiket masuk seharga dua puluh ribu Rupiah.