persib bandung terbaru

Sejarah, Profil, Dan Prestasi Persib Bandung Sejarah, Profil, Dan Prestasi Persib Bandung

Sejarahbandung.com – Sejarah, Profil, dan Prestasi Persib Bandung- Persib Bandung merupakan klub yang memiliki cukup banyak penggemarnya, yakni para bobotoh. Mereka dikenal sebagai pendukung yang fanatik, sama layaknya seperti aremania ataupun para bonek. Rival utama persib Bandung dan pendukungnya adalah Persija Jakarta. Ketika kedua tim bertemu, maka bisa dipastikan aroma super panas bakal mengiringi pertandingan tersebut. Klub yang berdiri sejak zaman kolinial belanda ini memiliki suporter yang fanatik yakni Viking dan bobotoh. Klub yang identik dengan warna kostum kebanggan berwarna biru dan berlogo macan ini memang menjadi salah satu tim kuat di Indonesia Super League. Catatan prestasi tim ini relatif stabil di papan atas sepak bola Indonesia, sejak era Perserikatan sampai ke Liga Indonesia masa kini. Berikut ini Kumpulan Sejarah akan menginformasikan kepada Sobat Pecinta Bola Indonesia tentang Sejarah, Profil, dan Prestasi Persib Bandung secara lengkap. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega di depan tribun pacuan kuda. Tim BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan di luar kota seperti Yogyakarta dan Jatinegara Jakarta.

PSSI dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib. Perkumpulan ini kerap memandang rendah Persib, dan dianggap perkumpulan kelas dua. Persib memenangkan perang dingin dan menjadi perkumpulan sepakbola satu-satunya di Bandung dan sekitarnya. Klub-klub yang tadinya bernaung dibawah VBBO seperti UNI dan Sidolig pun bergabung dengan Persib.

Priangan si Jelita ( judul puisi karya Ramadhan KH, 1956) jadi bukti bahwa sejak dahulu tatar Sunda ini telah dikenal kemolekannya. Bandung pun kini berbenah untuk mengembalikan pamornya sebagaimana julukan Paris van Java, predikat di jaman kolonial Belanda. Sempat tercoreng karena masalah tumpukan sampah, kini ibukota propinsi Jawa Barat ini punya banyak taman tematik cantik. Taman-taman ini dibangun karena sang pemimpin kota ingin melihat warga Bandung berkegiatan di luar ruang dan menaikkan derjat index of happiness. Taman yang baru saja kudatangi yaitu Taman Sejarah dan Taman Balaikota Bandung adalah salah satu contohnya.

Baca Juga  : Yuk, Belajar Sejarah Sambil Bermain Di Taman Sejarah Bandung

Bandung itu tak ada matinya deh, warganya kreatif pisan. Tiap dekade selalu ada yang hits, bila kepopulerannya menurun segera ada pengganti lain. Dulu tahun 70an hits dengan kuliner yoghurt dan sosis, 80an kelom geulis, 90an jeans Cihampelas dan sepatu Cibaduyut. Lalu kini ngetop karena aneka factory outlet dan kuliner model baru seperti molen, brownies dll. Belakangan era pariwisata tampaknya yang membuat kota Bandung selalu macet di akhir pekan. Datang ke taman ini diajak oleh blogger Bandung bu Dey dan keluarga Sabtu sore. Kedatanganku yang hanya sekejap dimanfaatkan seefisien mungkin ha..

Hari yang semakin menggelap membatasi keinginan untuk mendatangi setiap pojok Taman Balai Kota satu per satu. Tiba-tiba saja bu Dey kasih ide untuk menjadikan taman ini sebagai lokasi kopdar esok hari. Pertimbangannya lokasi ini dekat dengan hotel tempatku menginap (hotel Amarossa jalan Aceh) supaya aku tak nyasar lagi. Jalan di Bandung itu memang menantang sekali deh, gampang banget bikin orang linglung. Bayangkan saja jalan Aceh itu panjang luar biasa, walau telah dipotong persimpangan namanya tak berubah, tetap Aceh.

Karena takut nyasar lagi, aku pesan ojek online, ongkos hanya 4 ribu rupiah saking dekatnya. Kopdar dengan dua blogger Bandung lainnya dilakukan setelah acara pernikahan kerabat Minggu siang. Aku janji bertemu kak Vivera Siregar seorang wanita serba bisa, guru bahasa Perancis dan juga fotografer, crafter, jago masak. Seorang lagi bibi titi teliti Erry Andriyati yang sudah kenal kurang lebih 6 tahun dan berkali-kali gagal kopdar. Akhirnya hilang deh rasa penasaran ketemu dengan seleblogger. Kopdar yang singkat, alhamdulillah mereka bersedia datang dari jauh menemuiku. Terima kasih banyak ya. Taman Balai Kota Bandung ini ada di kompleks perkantoran Walikota Bandung.

Keempat sisinya adalah jalan raya yang ramai. Letak tepatnya yaitu di antara Jalan Wastukencana, dan Jalan Merdeka. Orang Bandung biasa menyebutnya Balkot. Lokasi ini adalah pusat pemerintahan sekaligus tempat berkantor para walikota Bandung dari zaman dulu hingga kini. Halaman depan kantor pak Ridwan Kamil ini sangat luas dan sudah dijadikan taman selama puluhan tahun. Bahkan ini adalah taman paling tua di Bandung, dibangun tahun 1885. Nama taman ini dulu Pieter Sijthoffpark atau Pieterspark.

Nama itu diambil dari nama Asisten Residen Priangan yang berperan pada penghijauan kota. Tempat ini juga difungsikan sebagai kawasan area publik dan jadi salah satu tempat nongkrong warga segala umur, dari bayi sampai lansia. Pengunjung bisa menikmati susana tenang, teduh dan asri. Kulihat ada kelompok yang latihan musik, dancing, kelompok penyayang binatang, bermain sepeda dan inline skate, dll. Di taman warga bisa belajar aneka jenis tanaman, baik itu bunga, tanaman penutup tanah ataupun pohon peneduh. Juga belajar pohon sebagai habitat satwa liar seperti burung dan tupai. Dari flora dan fauna, udara segar, air bersih dan tanah yang subur kita belajar berinteraksi dan memahami. Betul kata bu Dey Taman Balai Kota Bandung punya banyak nama.