ringkasan peristiwa bandung lautan api

2 2

Fakta Mengenai Bandung Lautan Api – Bandung merupakan kota yang sangat terkenal di Indonesia. Dengan tempat wisata yang sangat banyak dan terdapat banyak makanan kuliner yang sangat menarik ini ternyata banyak memiliki sejarah di dalamnya. Salah satu sejarah yang terkenal dari kota Bandung adalah istilah Bandung Lautan Api. Istilah itu di buat karena adanya sebuah kejadian yang terjadi di Bandung pada tanggal 24 Maret 1946. Peristiwa itu melibatkan tentara beserta rakyat Bandung yang membakar semua bangun dan rumah mereka sendiri karena mereka tidak setuju bahkan tidak rela jika daerahnya diduduki oleh tentara sekutu. Berikut adalah fakta penting dari sejarah Bandung lautan api.

1. Bandoeng Djadi Laoetan Api

Ternyata julukan peristiwa ini datang dari seorang wartawan Harian Suara Merdeka bernama Atje Bastaman, yang sekaligus menjadi saksi dari peristiwa pembakaran Bandung.

Saat itu sekembalinya Atje ke Tasikmalaya, ia langsung membuat tulisan mengenai peristiwa ini dengan judul “Bandoeng Djadi Laoetan Api” tetapi karena kurangnya ruang tulisan, judul diperpendek menjadi ” Bandoeng Laoetan Api”.

2. Istilah Bandung Lautan Api

Istilah Bandung Lautan Api muncul pada saat Komandan Polisi Militer di Bandung bernama Rukana sedang berbincang dengan A.H. Nasution dan Sutan Syahir. Dari perbincangan mereka bertiga, muncul gagasan dari Rukana “Mari kita bikin Bandung Selatan jadi lautan api”

3. Otak Dibalik Bandung Lautan Api

Sekutu yang terdiri dari tentang Inggris dan NICA Belanda membuat ultimatum kepada masyarakat Bandung untuk segera meninggalkan kota karena mau dipakai untuk markas melawan kemerdekaan.

Pada saat itu A.H. Nasution selaku Komandan Divisi III (atau saat ini bernama Kodam III Siliwangi) menjadi penggagas untuk meninggalkan kota Bandung dengan kondisi terbakar. Dia juga yang memberi komando agar masyarakat secepat mungkin meninggalkan kota Bandung

Baca Juga : 6 Mitos Terbesar dalam Sejarah yang Masih Dipercaya Hingga Sekarang

4. Dua Pahlawan di Balik Peristiwa Bandung Lautan Api

Pahlawan yang menjadi akar dari keberhasilan peristiwa Bandung Lautan Api ini adalah dua sosok ini. Mereka adalah Mohamad Toha dan Mohamad Ramdan. Karena dari berbagai sumber sejarah, Mohamad Toha adalah sosok yang membawa dinamit untuk meledakkan gudang senjata yang saat itu dijaga tentara Jepang.

Dari peristiwa itu kedua sosok ini dianggap sebagai seorang pahlawan dan sampai dijadikan menjadi nama jalan untuk menghormati jasa mereka.

5. Strategi Bumi Hangus Paling Tepat

Operasi Bandung lautan api yang pada saat itu disebut juga sebagai operasi bumi hangus merupakan sebuah keputusan yang dianggap sangat tepat pada saat itu. Karena selain untuk mencegah menjadikan kota Bandung sebagai markas strategis militer oleh pasukan Sekutu dalam Perang Kemerdekaan Indonesia, kekuatan TRI dan juga milisi rakyat tidak sebanding dengan kekuatan pasukan Sekutu dan NICA yang besar.

6. Aksi Lanjutan

Meskipun banyak masyarakat yang menyelamatkan diri pasca kejadian Bandung Lautan Api, api perjuangan para Tentara Republik Indonesia atau disingkat TRI tidak pernah padam. Hal itu terbukti dari gerakan TRI bersama pasukan milisi rakyat melakukan perlawanan dengan cara gerilya dari luar daerah Bandung.

7. Lahirnya Lagu “Halo-halo Bandung”

Jika kamu akrab dengan lagu “Halo-halo Bandung” sejak kecil, maka kamu harus tahu bahwa lagu itu diciptakan setelah peristiwa Bandung Lautan Api meskipun sampai sekarang kita masih belum mengetahui siapa pencipta dari lagu tersebut.

Analisis Sejarah Peristiwa Bandung Lautan Api Analisis Sejarah Peristiwa Bandung Lautan Api

Sejarahbandung.com – “Jangan Sekali-sekali Meninggalkan Sejarah.” -Presiden Pertama Republik Indonesia sekaligus Bapak Proklamasi Indonesia, Sejarah adalah sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Karena dengan mempelajari ataupun mengetahui peristiwa sejarah kita tidak akan terjatuh kedalam lubang yang sama dengan orang-orang terdahulu. Setiap orang mungkin memiliki pengertian sejarah menurut diri mereka masing-masing. Jadi, apa pengertian sejarah menurut anda? Kalau menurut saya sejarah adalah suatu peristiwa di masa lalu yang dianggap penting dan berpengaruh untuk masa depan, sesuatu yang dapat menjadi pelajaran bagi masa depan, sesuatu yang sangat dekat dengan diri kita. Dalam pembahasan suatu peristiwa sejarah tentunya kita tak akan terlepas dari 5 konsep sejarah, yaitu konsep Diakronik, konsep Sinkronik, konsep Kronologis, konsep Ruang, dan konsep Waktu. Tak terkecuali peristiwa Bandung Lautan Api. Kali ini saya akan membahas peristiwa sejarah Bandung Lautan Api dengan 5 konsep tersebut. Peristiwa Bandung Lautan Api bermula ketika kedatangan pasukan Inggris dari Bigade MacDonald pada tanggal 12 Oktober 1945. Sejak semula hubungan mereka dengan pemerintah RI sudah tegag. Mereka menuntut agar semua senjata api yang ada di tangan penduduk, kecuali TKR dan polisi, diserahkan kepada mereka.

Akibatnya, bentrokkan bersenjata anatar Inggris dan TKR tidak dapat dihindari. Pada malam hari tanggal 21 November 1945, TKR dan badan-badan perjuangan melancarkan serangan terhadap kedudukan-kedudukan Inggris di bagian utara, termasuk Hotel Homann dan Hotel Preanger yang mereka gunakan sebgaai markas. Pada tanggal 24 November 1945, MacDonald menyampaikan ultimatum kepada Gubernur Jawa Barat agar Bandung Utara dikosongkan oleh penduduk Indonesia, termasuk pasukan bersenjata. Ultimatum tersebut mendorong Kota bandung untuk melakukan operasi bumi hangus. Bandung sengaja dibakar oleh TRI dan Rakyat setempat dengan maksud agar sekutu tidak dapat menggunakan Bandung sebagai markas strategis militer. Dalam pertempuran ini, Muhammad Toha dan Muhammad Ramadan, dua anggota milisi BRI (Barisan Rakyat Indonesia) terjun dalam misi untuk menghancurkan gudang amunisi tersebut. Muhammad Toha berhasil meledakkan gudang tersebut dengan dinamit. Gudang tersebut meledak dan terbakar bersama kedua milisi tersebut didalamnya. Peristiwa ini dilakukan oleh para masyarakat Bandung yang jumlahnya sekitar 200.000 orang. Dalam waktu tujuh jam, mereka melakukan pembakaran rumah serta harta benda mereka sebelum akhirnya pergi meninggalkan Bandung.

Sejak saat itu, kurang lebih pukul 24:00, Bandung Selatan telah kosong dari penduduk dan TRI. Pada tanggal 23 Maret 1946, sekutu mengeluarkan ultimatumnya yang berisi perintah agar TRI (Tentara Republik Indonesia) segera meninggalkan Kota Bandung. Setelah mendengar ultimatum tersebut pula pemerintah Indonesia yang berada di Jakarta menginstruksikan agar TRI mengosongkan Kota Bandung untuk keamanan rakyat. Akan tetapi, perintah ini berbeda dengan yang diberikan dari markas TRI di Yogyakarta. Markas TRI di Yogyakarta memberikan instruksi agar TRI terus bertahan di Bandung. Dalam masa ini kondisi di Kota Bandung menjadi semakin genting. Situasi di kota ini menjadi terasa mencekam serta dipenuhi oleh orang-orang yang panik. Para pejuang Indonesia pun bingung dalam mengikuti instruksi yang berbeda dari pusat Jakarta dan Yogyakarta. Di sisi lain, setelah mendengar ultimatum tersebut, Madjelis Persatoean Perjoangan Priangan (MP3) melakukan musyawarah dan akhirnya didapatkanlah keputusan untuk membumihanguskan Kota Bandung. Hasil musyawarah tersebut diumumkan oleh Kolonel Abdoel Haris Nasoetion sebagai Komandan Divisi III TRI.

Baca Juga  : Mengenal Sejarah Di Balik Jalan Asia-Afrika Bandung

Pembakaran kota berlangsung malam hari sambil para penduduknya pergi meninggalkan Bandung. Operasi bumi hangus ini membuat asap hitam mengepul tinggi menyelimuti Kota Bandung. Semua listrik pun turut padam. Dalam kondisi genting ini, tentara Inggris juga menyerang sehingga pertempuran sengit tidak terindahkan. Pertempuran terbesar berlangsung di Desa Dayeuhkolot, sebelah selatan Bandung. Pasukan Inggris bagian dari Brigade MacDonald tiba di Bandung. TKR serta sebagian badan perjuangan Indonesia melancarkan serangan pada kedudukan-kedudukan Inggris di wilayah Bandung bagian utara. Hotel Homann dan Hotel Preanger yang dipakai musuh sebagai markas juga tiak luput dari serangan. Brigade MacDonald mengeluarkan ultimatum pada Gubernur Jawa Barat agar Bandung Utara segera dikosongkan oleh masyarakat Indonesia, termasuk juga dari pasukan bersenjata. Pecahnya pertempuran antara sekutu dan pejuang Bandung. Sekutu kembali mengeluarkan ultimatum agar TRI segera meninggalkan Kota Bandung. Lalu, sekutu meminta masyarakat Indonesia untuk meninggalkan Bandung Utara. Dalam masa ini, sekutu membagi Bandung dalam dua sektor, yaitu Bandung Utara dan Bandung Selatan. Para pejuang Indonesia melancarkan serangan besar-besaran kepada sekutu. Mereka menyerang pos-pos sekutu. Mereka juga membakar semua isi Kota Bandung Utara. Aksi ini dilakukan oleh 200.000 orang selama 7 jam. Istilah atau sebutan ‘Bandung Lautan Api’ muncul di harian Suara Merdeka. Berita tersebut ditulis oleh seorang wartawan muda, Atje Bastaman.

Objek wisata Tebing Keraton akan menyuguhkan Anda pemandangan cantik dari kota Bandung, terutama jika Anda datang sebelum jam 6. Ketika Anda datang ke tempat wisata di Bandung yang romantis ini, Anda akan disuguhkan pemandangan kota Bandung yang masih berselimut kabut tebal. Anda juga bisa menyaksikan proses matahari terbit dari bukit sebelah timur dan mengabadikannya dengan kamera. Anda pernah menonton film The Hobbit? Kalau iya, Anda pasti sudah familier dengan desa kurcaci. Farm House Lembang merupakan objek wisata Bandung yang mengusung konsep desa kurcaci seperti di film The Hobbit. Di tempat bisa merasakan suasana kehidupan bangsa Eropa. Anda juga bisa merasakan bagaimana memakai kostum tradisional orang Eropa karena ada penyewaan pakaian-pakaian bergaya Eropa di Farm House Lembang ini. Selain desa kurcaci, Farm House Lembang juga menyuguhkan peternakan dan perkebunan dengan konsep Eropa. Singkatnya, jika Anda berkunjung ke Farm House Lembang Anda bisa merasakan atmosfer Eropa di Kota Bandung. Sehingga tidak heran jika Farm House Lembang merupakan objek tempat wisata anak di Bandung yang menyuguhkan spot foto terbaik untuk Anda. Anda tidak perlu khawatir dengan uang masuk karena Farm House Lembang merupakan wisata Bandung murah meriah yang bisa Anda akses dengan tiket masuk seharga dua puluh ribu Rupiah.