tsunami

Inilah Teori Konspirasi Bencana yang Terkenal Inilah Teori Konspirasi Bencana yang Terkenal

Inilah Teori Konspirasi Bencana yang Terkenal – Saat ini sudah semakin banyak orang yang percaya dengan teori konspirasi yang terjadi dimana-mana. Sepanjang sejarah, khususnya di zaman modern ini, umat manusia harus berjuang untuk bertahan hidup dari bencana alam dan bencana buatan manusia sendiri. Seringkali, teori konspirasi muncul dan menjadi “bumbu” bagi bencana-bencana tersebut.

1. Tenggelamnya RMS Lusitania direkayasa oleh Churchill
Pada 7 Mei 1915, sebuah U-boat Jerman menyerang kapal uap milik Inggris, Lusitania. Serangan tersebut menewaskan 1.195 orang dan membuat Amerika Serikat memasuki Perang Dunia I. Beberapa orang meyakini kalau Lusitania sedang direnovasi untuk menjadi kapal perang walau pada saat itu tetap dijadikan kapal penumpang.

Komandan angkatan laut Jerman menyadari hal ini, bahwa kapal itu berisi senjata yang diangkut dari Amerika ke Eropa. Hal ini pun membuat mereka mendeklarasikan perang di perairan netral dan menyerang Lusitania.

Selama bertahun-tahun setelah tenggelamnya Lusitania, beberapa teori konspirasi muncul. Teori chriscoello ini menyebutkan kalau Winston Churchill merekayasa kecelakaan tersebut agar Amerika memasuki perang. Teori lainnya menyebutkan kalau Lusitania menyembunyikan namanya dan sengaja berlayar menuju U-boat.

2. Jatuhnya bom nuklir di Jepang menandai awal dari Perang Dingin
Pada tanggal 6 Agustus dan 9 Agustus 1945, Amerika menjatuhkan dua bom nuklir masing-masing di atas Kota Hiroshima dan Nagasaki. Ratusan ribu orang tewas dalam bencana itu, di mana sebagian besar adalah warga sipil. Pada tanggal 15 Agustus 1945, Kaisar Hirohito mengumumkan penyerahan Jepang sekaligus menjadi akhir dari Perang Dunia II.

Puluhan tahun setelahnya, tepatnya pada tahun 2005, dua sejarawan nuklir, Peter Kuznick dan Mark Selden, memutuskan untuk “menggaruk” luka lama ini. Mereka pun mengemukakan sebuah teori kontroversial yang menyatakan kalau pemboman itu sengaja dilakukan untuk memulai Perang Dingin, bukan untuk mengakhiri Perang Dunia II.

Lebih lanjut, mereka mengatakan kalau presiden Amerika pada saat itu, Harry Truman, ingin pamer kekuatan pada Uni Soviet dan karena itu telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan. Kuznick dan Selden juga mengklaim kalau motif Truman lainnya adalah untuk membatasi ekspansi Soviet di Asia.

Kuznic, khususnya, bersikeras kalau Jepang menyerah karena invasi Soviet setelah jatuhnya nuklir di kedua kotanya, bukan karena pemboman itu sendiri.

3. Tsunami dahsyat pada tahun 2004 bertujuan untuk memperbaiki rotasi bumi
Pada tanggal 26 Desember 2004, patahan antara Lempeng Burma dan Lempeng Hindia mengalami retakan yang mengakibatkan terjadinya gempa Sumatera-Andaman di sekitar Samudra Hindia. Gempa bawah laut ini berkekuatan 9,1-9,3 skala Richter dan menimbulkan gelombang tsunami setinggi 30 meter.

Bencana ini telah menewaskan lebih dari 227.000 orang di empat belas negara berbeda. Kematian terjauh yang tercatat terjadi di Rooi-Els, dekat Cape Town di Afrika Selatan. Hanya belasan hari setelahnya, para ahli teori konspirasi mulai menaruh kecurigaan pada peristiwa ini.

Mereka mengajukan pertanyaan seperti, mengapa Amerika mengerahkan kapal perang ke sana mengingat tidak ada perang di wilayah itu, dan mengapa tsunami “Boxing Day” ini terjadi tepat satu tahun setelah gempa bumi besar di Iran pada tahun 2003?

Beberapa orang pun percaya kalau Amerika adalah dalang di balik bencana itu. Sedangkan teori konspirasi lainnnya menyebutkan kalau gempa bumi dan tsunami itu bertujuan untuk memperbaiki rotasi bumi atau tsunami itu sebenarnya dipicu oleh bom nuklir peninggalan Perang Dunia II.