August 2020

Misteri-Tentang-Rumah-Gurita-di-Bandung Misteri-Tentang-Rumah-Gurita-di-Bandung

sejarahbandung –  Jakarta Rumah gurita yang terletak di Bandung, Jawa Barat ini disebut-sebut sebagai urban legend karena banyaknya misteri dan cerita-cerita horor yang dipercayai oleh masyarakat kebanyakan. Dari banyaknya misteri yang beredar di kalangan masyarakat, misteri yang paling lekat hingga sekarang adalah rumah gurita tersebut adalah tempat dilakukannya ritual-ritual sesat.

Diketahui, nama ‘Rumah Gurita’ diciptakan karena adanya patung gurita raksasa yang berada di atap rumah tersebut yang berwarna hitam dan dihiasi dengan mata yang berwarna merah. Banyaknya misteri dan cerita horor yang beredar, membuat salah satu warganet mencoba membagikan pengalamannya mengenai rumah gurita tersebut.

Melalui akun Twitter miliknya @pecintavans, pria pemilik akun Twitter tersebut bercerita mengenai pengalamannya yang sudah lama tinggal di sekitaran rumah gurita. Ia juga memberikan pandangannya mengenai rumah gurita tersebut. Menurutnya, rumah gurita sangat memiliki nilai seni mengingat untuk membuat sebuah patung gurita adalah hal yang tidak mudah.

“Dibalik semua cerita horrornya memang patung gurita ini menurut saya pribadi memiliki nilai seni yang sangat tinggi karena bagaimana pengerjaan yang begitu rumit dan teliti untuk membuat sebuah patung yang sangat besar diatas atap rumah tersebut,” tulisnya.

Baca Juga :  Beberapa Mitos Rumah Kentang Bandung

Bukan hanya membagikan pandangannya dan pengalamannya, pria tersebut juga mengupas beberapa misteri yang beredar di masyarakat, salah satunya adalah rumah gurita sebagai digunakan sebagai gereja sesat.

“Oke kita bahas satu satu mitos teori yang melekat pada rumah ini Yang pertama sebagai gereja sesat Kenapa bisa sampai disebut begitu karena rumah ini bernomor 666 yang saat erat kaitannya dengan sekte penyembah setan dan memicu para warga untuk berasumsi demikian,” tulisnya lagi.

1. Jadikan Film

Rumah-Gurita
Karena dianggap memiliki nilai mistis tersendiri, rumah gurita ini juga sempat diangkat menjadi film. Pada tahun 2014, Jose Poernomo menjadikan rumah gurita tersebut sebagai sebuah film yang dibintangi oleh beberapa artis tanah air, seperti Boy William, Shandy Aulia, Kemal Palevi dan Maria Sabta. Film tersebut bergenre horor romantis dan ditayangkan pada 30 Oktober 2014 tepat pada saat Halloween Eve.

2. Viral dan Respon Warganet

Cuitan yang diunggah pada 28 November 2019 ini pun viral di media sosial dan berhasil disukai sebanyak 20 ribu lebih dan juga sudah dibagikan sebanyak 5 ribu lebih. Tidak hanya itu, cuitan tersebut juga menuai banyak komentar dari warganet seperti,

”Dulu pas magrib sengaja nyari ini rumah rame-rame sama temen, lumayan pusing juga nyarinya Akhirnya nemu tp liatnya dari jarak yg gak terlalu dekat, denger mitos dari warga sekitar katanya rumah ini gak berpintu. Cuma ada lubang sekitar 50cm tiap sisi rumah buat akses masuknya:(,” tulis akun Twitter @rowaon.

“Temen gue tinggal tetanggaan sama rumah itu. Percaya gak percaya, semua teori itu gak bener. Yang punya rumah cuma seneng sama seni, tapi bukan kolektor juga. Dalemnya banyak banget benda-benda seni. Gurita emang dibikin buat nutupin si toren aer,” tulis warganet lainnya.

“Coba guritanya warna merah pasti disangka itu rumah pemilik takoyaki bukan sekte,” ujar warganet lainnya.

3. Edit Nyeleneh

Editan Warga

Ada ada aja ya kelakuan warga +62 🙂

 

Beberapa-Mitos-Rumah-Kentang-Bandung Beberapa-Mitos-Rumah-Kentang-Bandung

sejarahbandung –  Sejak dahulu kala, masyarakat Indonesia memang sangat dekat dengan dunia mistik dan juga klenik. Tidak heran, jika banyak sekali urban legend atau legenda urban yang bermunculan di masyarakat, kemudian secara turun-temurun dikisahkan dari generasi ke generasi.

Semaju apapun sebuah kota, pasti ada saja, satu atau dua legenda urban yang tersimpan dan menjadi buah bibir di masyarakat, tidak terkecuali Bandung.
Di kota tersebut, banyak sekali tersimpan legenda urban yang kebenarannya masih menjadi perdebatan hingga saat ini.
Salah satu legenda urban yang paling terkenal di Kota Bandung adalah tentang sebuah rumah yang kerap mengeluarkan aroma kentang ketika malam hari.
Ya, legenda rumah kentang Bandung.
Mungkin kamu telah mengetahui perihal kisah yang satu ini. Namun, apakah kamu percaya dengan cerita yang selama ini kamu dengar?
Supaya enggak salah, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu tentang fakta dan mitos seputar rumah kentang Bandung di bawah ini.

Aroma kentang pada malam hari

Aroma-kentang-pada-malam-hari

Mitosnya, ada seorang anak laki-laki yang secara tidak sengaja terjatuh dari gendongan ibunya ke dalam kuali besar yang dipakai untuk memasak kentang, hingga membuat anak tersebut akhirnya meninggal.
Cerita inilah yang kemudian diyakini masyarakat sebagai alasan, mengapa rumah tersebut mengeluarkan aroma berbau kentang pada malam hari.
Akan tetapi, seorang wanita bernama Rayi Elfira, pada sebuah postingan blog pribadi miliknya, membantah kabar yang beredar seputar aroma kentang yang selama ini berkembang.
Rayi mengaku, selama 16 tahun menjadi tetangga dari rumah kentang Bandung, ia tidak pernah sekalipun mencium aroma kentang yang berasal dari rumah tersebut.

Kisah si ‘anak kentang’

Selain mencium bebauan seperti kentang, mitosnya orang-orang yang melintas di depan rumah itu pada malam hari juga kerap melihat penampakan anak laki-laki di dekat rumah tersebut.
Menurut Rayi, ia juga tidak pernah melihat sosok anak laki-laki itu secara langsung.
Meski begitu, Rayi mengaku pernah bermimpi didatangi oleh seorang anak perempuan Belanda berusia 11 tahun yang memberi isyarat, bahwa ia merupakan penunggu dari teras rumah kentang Bandung.
Hiii… Seram banget, ya!

Angker karena tidak berpenghuni

Angker-karena-tidak-berpenghuni

Mitos berikutnya yang berkembang di masyarakat tentang rumah kentang Bandung adalah, bahwa rumah tersebut kosong alias tidak berpenghuni.
Pada postingan yang sama, Rayi turut membantah kabar tersebut. Menurutnya, rumah itu sejak dulu tidak pernah kosong dan masih berpenghuni sampai dengan sekarang.
Pada kolom komentar postingan tersebut, seorang dengan akun bernama Merryl Byrd menambahkan, bahwa rumah bergaya art deco ini merupakan milik seorang dosen yang ia kenal.

Baca Juga : 4 Anggapan Yang Salah Tentang Orang Bandung

Penampakan anjing jadi-jadian

Tidak hanya penampakan seorang anak laki-laki saja, mitosnya di sekitar rumah kentang Bandung juga kerap terlihat penampakan seekor anjing yang disinyalir jadi-jadian, lho!
Namun, serupa dengan mitos-mitos lainnya, Rayi turut membantah isu yang satu ini.
Ia mengaku, bahwa anjing yang sering dilihat para pengendara yang lewat pada malam hari itu merupakan anjing peliharaan miliknya.
Akan tetapi, pada kolom komentar di postingan yang sama, seorang dengan akun bernama Andrea Lie menyangkal pernyataan tersebut.
Ia mengatakan, bahwa isu tentang anjing jadi-jadian tersebut benar adanya.
Berdasarkan pengalamannya, ia pernah melihat anjing tersebut berada di sekitar rumah kentang Bandung.
Andrea sendiri mengaku berusaha untuk mengejar anjing tersebut, namun sayang, anjing itu hilang begitu saja tanpa jejak.

Tidak ada yang ingin membeli rumah tersebut

Sempat beredar kabar, bahwa rumah kentang Bandung akan dijual.
Akan tetapi, tidak ada orang yang ingin membeli rumah tersebut, hingga akhirnya rumah ini dibiarkan kosong dan tidak terawat.
Kebenaran dari berita ini sebenarnya cukup diragukan. Pasalnya, tidak ada informasi valid yang menyebutkan bahwa rumah tersebut sempat ingin dijual.
Namun, apabila kabar dijualnya rumah tersebut benar, apakah kamu berminat untuk beli rumah di Bandung yang sarat akan kisah mistisnya ini?
Terlepas dari segala mitos dan cerita mistis yang melekat di dalamnya, rumah kentang Bandung telah menjadi saksi bisu sejarah perkembangan Kota Bandung dari dulu hingga sekarang.

4-Anggapan-Yang-Salah-Tentang-Orang-Bandung 4-Anggapan-Yang-Salah-Tentang-Orang-Bandung

sejarahbandung –  Jakarta Apa yang ada di pikiran anda begitu mendengar kata orang Bandung atau orang Sunda? Positif atau negatifkah pikiran yang melintas di benak anda? Banyak stereotip yang ada di lingkungan kita mengenai suku atau ras tertentu, dan salah satu stigma yang sangat menarik untuk dibahas ialah pandangan orang Indonesia (baca: Jawa) tentang orang Bandung. Bila anda penonton setia acara televisi, pasti beranggapan bahwa orang Bandung itu lucu karena banyak yang menjadi pelawak, orang Bandung itu berdarah seni karena banyak yang menjadi penyanyi dan seniman, dan orang Bandung itu jago akting karena banyak yang menjadi aktor dan aktris. Namun, ternyata ada juga anggapan lain yang lebih memandang orang Bandung ke sisi negatif.

1. Wanita Bandung matre. Inilah anggapan keliru pertama masyarakat Indonesia tentang orang Bandung. Banyak yang berkata bahwa wanita Bandung itu matre alias sangat tergila-gila dengan harta. Entah bagaimana stigma negatif ini bermula. Namun, mungkin saja hal tersebut dikarenakan sifat perempuan Bandung lebih blak-blakan dalam hal apa saja. Tentu ini adalah sifat yang sangat kontras dengan sikap orang Jawa yang lebih suka basa-basi. Oleh sebab itu, saat wanita Bandung menginginkan sesuatu, perhiasan atau kendaraan, misalnya, maka ia akan berbicara secara langsung kepada suaminya. Nah, menurut adat budaya Jawa, tentu hal ini merupakan suatu yang sangat tabu.

Baca Juga : Sejarah Bandung Lautan Api

2. Orang Bandung dan Jawa tidak boleh menikah. Tak sedikit orang tua yang berpesan kepada anaknya yang kuliah di Bandung agar jangan sampai menikah dengan orang Bandung. Sebab, mereka beranggapan bahwa karakter orang Bandung sangat tidak cocok dengan orang Jawa. Pria Jawa mengklaim dirinya bahwa mereka sabar dan suka mengalah, sementara wanita Bandung malas dan matre. Maka, jika pasangan ini menikah dikhawatirkan pria Jawa akan menghabiskan seluruh hartanya hanya untuk menafkahi istrinya. Di lain pihak bila perempuan Jawa menikah dengan pria Bandung, maka sifat lelaki Bandung yang malas dan suka menuntut, dikhawatirkan hanya akan memperbudak keluarga dari pihak istri yang bersifat nrimo dan selalu mengalah. Tentu stereotip ini tidak selamanya benar karena banyak sekali fakta di atas lapangan yang membuktikan bahwa pasangan Jawa-Bandung bisa hidup harmonis.

3. Nikah cerai sudah biasa. Acara tv yang sering kali memberitakan perkawinan artis Bandung semakin memperkuat stigma negatif ini. Tak bisa dipungkiri memang bahwa banyak sekali artis Bandung yang kawin cerai dengan pasangannya. Akan tetapi, hal itu bukan berarti bahwa kawin cerai adalah hobi seluruh warga Bandung.

4. Orang Bandung tak bisa jadi pemimpin. Orang Jawa masih beranggapan bahwa orang Bandung jarang sekali menjadi nomor satu di negara ini karena cenderung sombong dan angkuh setelah berhasil menduduki jabatan teratas. Pendapat ini diperkuat dengan beragam cerita yang mengatakan bahwa pihak keluarga si pejabat sendiri pun kadang ditolak oleh si pemimpin tersebut. Tentu saja ini merupakan sebuah pandangan yang sempit karena banyak juga orang Bandung yang begitu adil memimpin bawahannya.

Sejarah-Bandung-Lautan-Api Sejarah-Bandung-Lautan-Api

sejarahbandung – Bandung lautan api merupakan sejarah perlawanan rakyat Jawa Barat terhadap Sekutu. Lautan Api sebagai peristiwa heroik di tahun 1946-1949. Lalu bagaimana situasinya? Menurut catatan sejarah, banyak masyarakat Bandung pada waktu yang meninggal dunia karena peristiwa ini.

Selain banyaknya korban yang berjatuhan, kerusuhan ini juga diwarnai dengan aksi-aksi pembakaran gedung-gedung pemerintahan, perkantoran, dan sebagian pemukiman penduduk.

Proses Peristiwa Bandung Lautan Api

Kerusuhan ini bermula dari konflik perampasan senjata milik Jepang oleh sekutu. Karena kalah dan melihat rakyat Bandung memiliki banyak persenjataan, menjadi pemicu peristiwa ini. Dalam catatan Sejarah Daerah Jawa Barat (1978: 202), para pemuda yang tergabung dalam Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di Bandung berhasil membawa senjata warisan Jepang yang tersimpan di gudang mesiu Kiaracondong.

Para pemuda itu kemudian berencana menggunakan senjata tersebut untuk melawan Sekutu yang sejak tanggal 12 Oktober 1945 telah menduduki kota dan sekitarnya.
Kabar akan adanya penyerangan ini, akhirnya terdengar oleh tentara Sekutu di pusat kota.= Keesokan harinya, faktor penyebab Bandung lautan Api ini karena tentara Sekutu memberikan ultimatum kepada masyarakat supaya menggagalkan rencananya sebelum mendapatkan perlawanan dari pasukannya.

Mereka menggunakan pesawat tempur dan menjatuhkan lembaran pamflet-pamflet yang berisi peringatan agar ‘ekstrimis indonesia’ dapat mengosongkan tempat paling lambat 24 Maret 1946 jam 24.00 WIB. Tak hanya itu, mereka juga diminta mundur sejauh 11 kilometer dari titik yang sudah diumumkan. Melihat ultimatum itu justru membuat rakyat semakin semangat untuk melawan. Mereka bergabung dengan laskar dan TKR untuk melawan sekutu.

Hingga 21 November 1945, TKR beserta para pejuang lainnya menyerang markas Inggris di Bandung bagian utara, seperti di hotel Homann dan Hotel Preanger yang dijadikan sebagai markas musuh.

Baca Juga : Asal Usul Nama Bandung Hingga Gerbang Kota Utama Bandung

Ultimatum Sekutu Picu Emosi

Semenjak Pamflet ultimatum itu disebarkan, pasukan laskar yang terdiri dari rakyat dan TKR emosi kepada Sekutu yang semakin hari semakin berbuat semena-mena di Bandung. Menurut Hendra Jo, saksi hidup peristiwa Bandung lautan apimasih ada hingga saat ini. Belakangan diketahui bernama Asikin (93), akan tetapi ingatannya masih kuat sehingga mampu bercerita dengan leluasa.

Menurut hasil wawancaranya, Hendra membeberkan Asikin tidak berjuang sendiri dalam peristiwa tersebut. Ada puluhan ribu pejuang yang tergabung dalam TRI dan laskar-laskar rakyat yang juga merasakan hal yang sama. Untuk mencegah situasi yang semakin panas itu, Ketua Komite Nasional Indonesia (KNI) Jawa Barat, Ardi Winangun, berangkat menuju Jakarta untuk menemui Sutan Sjahrir, Perdana Menteri saat itu.

Sjahrir mewaliki pemerintah menyarankan agar rakyat Bandung mematuhi ultimatum Sekutu. Namun pada akhirnya Sjahrir menyerahkan keputusan itu kepada para pejuang. Seperti halnya diberi angin segar, akhirnya Ardi menyampaikan hal itu melalui telepon kepada perwakilan pemuda pada 22 Maret 1946 sebelum peristiwa Bandung Lautan Api terjadi.

Beberapa pendapat lain menyatakan misi pembumihangusan dalam kejadian ini banyak ditentang oleh petinggi militer sekelas A.H Nasution.
Menurut Letnan Kolonel Omon Abdurrachman, Komandan Resimen TRI kedelapan menyebut Nasution berang karena tindakan masyarakat yang susah diatur. Bahkan ia melarang melawan sekutu.

Lantaran emosi tak bisa dibendung lagi, akhirnya rakyat berbondong-bondong meninggalkan Bandung ke wilayah pinggiran. Namun sebelum adanya perintah bumi hangus, sebagian dari mereka sudah membakar lebih dahulu rumah-rumahnya.

Begitulah sejarah Bandung Lautan Api yang bisa ditelaah sebagai pengetahuan pembaca dalam memahami sejarah revolusi fisik khususnya sejarah perlawanan rakyat Jawa Barat kepada Sekutu sekitar tahun 1946-1949.

Asal-Usul-Nama-Bandung-Hingga-Gerbang-Kota-Utama-Bandung Asal-Usul-Nama-Bandung-Hingga-Gerbang-Kota-Utama-Bandung

sejarahbandung – Sejarah Kota Bandung merupakan hal yang menarik untuk dibahas. Secara resmi, Kota Bandung lahir mulai dari masa pemerintahan Kolonial Belanda pada abad ke-19. Kota ini didirikan atas adanya kebijakan dari Bupati Bandung, yakni R.A Wiranatakusumah 11 pada tahun 1794-1829.

Namun proses pendirian Kota Bandung dipercepat atas perintah Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-36, yakni Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels. Dimana dengan mengeluarkan surat keputusan pada tanggal 25 September 1810. Hingga akhirnya pada tanggal ini ditetapkan menjadi hari lahir Kota Bandung.

Sejarah Kota Bandung

Bagi anda yang ingin mengetahui sejarah Bandung secara lebih jelas, anda simak saja ulasan berikut ini. Wilayah Dataran Bandung yang Terbentuk dari Letusan Gunung Sunda
Pada zaman dulu, di wilayah Jawa terdapat salah satu gunung yang berdiri dengan kokoh. Gunung tersebut bernama Gunung Sunda. Gunung ini meletus dengan sangat dahsyatnya dengan diiringi 13 letusan lainnya yang juga cukup besar.

Rangkaian letusan-letusan tersebut akhirnya mengakibatkan dinding Gunung Sunda yang berdiri kokoh dengan tinggi kurang lebih 3.500 hingga 4000 mdpl akhirnya runtuh. Dari sinilah terbentuk kaldera besar yang diakibatkan letusan Gunung Sunda tersebut. Hingga akhirnya membentuk danau raksasa yang bernama Danau Bandung Purba dan di dalamnya muncul Gunung Tangkuban Perahu.

Dalam kurun beberapa puluh tahun terkait sejarah Kota Bandung, Gunung Tangkuban Perahu meletus beberapa kali. Material letusan gunung tersebut memenuhi kawasan di sekitar Gunung Tangkuban Perahu termasuk pada aliran Sungai Citarum serta Patahan Lembang. Dampak dengan adanya letusan Gunung Tangkuban Perahu membuat Danau Purba Bandung terbagi menjadi dua bagian, yakni Danau Bandung Purba Barat dan Danau Bandung Purba Timur. Dengan seiring waktu serta adanya aktivitas gempa yang terjadi, tebing pada setiap Danau Bandung Purba terkikis menjadi gua.

Hal ini mengakibatkan air dari danau akhirnya keluar dari gua yang bernama Sanghyang Tikoro. Danau Bandung Purba yang mengering tersebut akhirnya terbentuk wilayah Bandung yang dikelilingi oleh pegunungan saat ini. Hal inilah yang menjadi awal dari sejarah Kota Bandung.

Asal Mula Nama Kota Bandung

Nama Bandung diambil kata bendung atau bendungan. Hal ini sesuai dengan terciptanya wilayah Bandung yang berasal dari material lava letusan gunung berapi yang membendung aliran sungai Citarum. Sedangkan dari filosofi Sunda, nama Bandung disadur dari kalimat yang cukup sakral serta luhur yakni Nga-Bandung-an Banda Indung. Kalimat tersebut memiliki arti bahwa tempat segala makhluk hidup serta benda mati yang ada di tanah ibu pertiwi disaksikan oleh yang Maha Kuasa.

Baca JUga : Membaca Sejarah Kota Bandung Dari Atas Bus

Dayeuhkolot Ibu Kota Pertama Bandung

Sejarah Kota Bandung selanjutnya yaitu berkaitan dengan ibu kota. Sebelum akhirnya Kota Bandung menjadi salah satu bagian yang terpisah dari Kabupaten Bandung, beribukota di Dayeuhkolot.

Awalnya, daerah Dayeuhkolot bernama Karapyak yang adalah salah satu pusat pemerintahan Hindia Belanda dan pusat perdagangan di Jawa Barat. Saat itu VOC memusatkan kekuasaan perdagangannya di daerah Dayeuhkolot (Karapyak).

Penetapan Kota Bandung

Pada tahun 1799 kekuasaan VOC mengalami kebangkrutan dan berakhir. Hal ini tidak terkecuali yang ada pada Kabupaten Bandung. Dengan berakhirnya kekuasaan VOC, maka pemerintahan Hindia Belanda melakukan perombakan terhadap struktur pemerintahan. Gubernur Jenderal Daendels memerintahkan Bupati Bandung yakni R.A Wiranatakusumah II untuk memindahkan ibu kota Kabupaten Bandung.

Dalam sejarah Kota Bandung ini, lokasi yang ditunjuk berada di lokasi titik kilometer 0 Bandung yang saat ini lebih dikenal dengan Jl. Asia Afrika Bandung. Surat keputusan tersebut resmi dikeluarkan pada tanggal 25 September 1810 dan ditetapkan sebagai hari lahirnya Kota Bandung.

Gerbang Utama Menuju Bandung

Stasiun Kereta Api Bandung merupakan gerbang utama menuju Kota Bandung. Stasiun ini berlokasi di JL. Kebon Kawung dimana telah berdiri sejak 17 Mei 1884 yang bersamaan dengan diresmikannya jalur kereta Batavia-Bandung.

Selanjutnya, pada tahun 1894 jalur kereta Bandung-Surabaya diresmikan oleh pemerintah Hindia-Belanda. Dari tahun ke tahun stasiun kereta api Bandung mengalami perubahan dan perbaikan secara menyeluruh. Selain sejarah kota Bandung di atas, kota ini mempunyai beberapa julukan dari para masyarakat. Beberapa julukan tersebut antara lain Bandung Kota Kembang, Paris Van Java, dan Bandung Lautan Api.