Julukan Yang Paling Terkenal Dari Kota Bandung

Julukan Yang Paling Terkenal Dari Kota Bandung

Sejarahbandung.com –  Kali ini kita akan bahas tentang Julukan Kota Bandung. Kota Bandung merupakan kota metropolitan terbesar di Provinsi Jawa Barat, sekaligus menjadi ibu kota provinsi tersebut. Kota ini terletak 140 km sebelah tenggara Jakarta, dan merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya menurut jumlah penduduk. Selain itu, Kota Bandung juga merupakan kota terbesar di wilayah Pulau Jawa bagian selatan. Sedangkan wilayah Bandung Raya (Wilayah Metropolitan Bandung) merupakan metropolitan terbesar ketiga di Indonesia setelah Jabodetabek dan Gerbangkertosusila (Gerbangkertosusilo).

Kota Bandung memiliki banyak sekali julukan. Salah satunya adalah julukan Kota Kembang. Kota Bandung dinilai sangat cantik dengan tumbuhnya pohon-pohon dan bunga-bunga yang tumbuh. Banyak ratusan jenis bunga yang tumbuh di Kota ini. Atas dasar itulah, Kota Bandung dijuluki sebagai Kota Kembang. Ada juga yang menganalogikan Kota Kembang sebagai kecantikan gadis-gadis Bandung. Kota Bandung dahulu kala terkenal dengan keindahan alam dan kesejukan udaranya. Suasana ini sangat disukai oleh orang2 kolonial, dan menurut mereka sama dengan kota Paris Perancis. Oleh karena itulah mereka memberi julukan Paris Van Java kepada Kota Bandung, yang artinya kota Paris dari Pulau Jawa.

Selain itu, Bandung juga menjadi pusat fashion anak muda, sama halnya dengan Paris yang menjadi pusat perkembangan mode dunia. Mengunjungi Kota Bandung tak lengkap kalau belum mengulik sisi-sisi sejarah yang ada di dalamnya. Banyak tempat-tempat bersejarah yang menyimpan berbagai cerita. Tempat diadakannya konferensi tingkat tinggi yang bertujuan mempromosikan kerjasama ekonomi dan kebudayaan antar negara di Asia dan Afrika. Museum ini memamerkan benda-benda 3 dimensi dan foto-foto mengenai peristiwa konferensi dan juga menyediakan beberapa fasilitas lainnya seperti perpustakaan, warung internet, dan toko souvenir. Hal lainnya yang membuat unik adalah, disepanjang jalan Asia Afrika dan Jalan Merdeka setiap bangunan dan hiasan berbau Asia Afrika menghiasi jalan. Titik ini ada di Jalan Asia Afrika, tepatnya didepan Dinas Bina Marga Jawa Barat. Dahulunya, Herman Willem Daendels yang membuat program pembangunan Jalan Raya Pos dari Anyer hingga Panarukan. Ketika ia bertemu dengan R.A. Wiranatakusumah II (Bupati Bandung dahulu). Ia menancapkan tongkatnya di tanah dan berkata “Zorg, dat als ik terug kom hier een stad is gebouwd!

” yang artinya, “usahakan, ketika saya kembali kesini, sebuah kota telah dibangun! ” konon katanya, tempat penancapan tongkat itu dijadikan titik Km 0 kota Bandung. Hotel ini mengandung sejarah. Bukan hanya karena desainnya yang unik, tapi karena sebelum pindah ke tangan pribumi (Bidakara Group), hotel ini adalah milik sebuah keluarga berkebangsaan Jerman. Dahulunya hotel ini terbuat dari bambu, namun setelah berpindah kepemilikan, desainnya dirubah menjadi Neo Gothic Romantic. Hotel ini kerap dijadikan tempat menginapnya tokoh-tokoh penting dari seluruh dunia, seperti para presiden negara Asia dan Afrika saat KAA, bahkan komedian asal Inggris, Charlie Chaplin juga pernah menginap di hotel ini.

Tugu ini tak lain adalah mesin TIK pertama yang dimiliki Kantor Pikiran Rakyat, dengan tipe Setter Linotype Model 73. R 4728 buatan Inggris. Alun-alun Bandung adalah sebuah tempat utama perkumpulan warga Bandung untuk beristirahat dan melakukan rekreasi. Dengan lahan seluas 1,2 hektare alun-alun menjadi simbol utama kota Bandung. Disebelahnya, berdiri Masjid Raya Bandung yang megah dengan menara yang menjulang tinggi hingga 81 Km, sehingga memungkinkan masyarakat untuk melihat keseluruhan kota Bandung. Alun-alun dan Masjid Raya Bandung berlokasi di pusat kota Bandung, tepatnya di Jalan Masjid Agung, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung. Penjara Banceuy ini adalah tempat Ir.

Baca Juga  : Ayo Belajar Sejarah Di Taman Sejarah Bandung

Soekarno ditahan selama 8 bulan oleh Belanda. Namun, selama dipenjara Soekarno berhasil mengonsep sebuah pidato berjudul Indonesia Menggugat. Bangunan di Penjara Banceuy ini sudah banyak yg runtuh, hanya tersisa satu penjara bernomor 5, yg dahulu ditempati Soekarno. Semenjak KAA 2015 lalu Penjara Banceuy direnovasi atas inisiatif warga sekitar sehingga lebih menarik untuk dikunjungi. Sumur Bandung merupakan sebuah sumur tua yang terletak di pertigaan Jalan Asia-Afrika dan Jalan Cikapundung, tepatnya di lantai dasar gedung PLN distribusi Jawa Barat. Sumur ini memiliki hubungan erat dengan sejarah berdirinya kota Bandung. Konon ada sebuah cerita, ketika dahulu R.A. Wiranatakusumah II berjalan-jalan bersama para rombongannya untuk mencari pusat kota yang cocok.

Beliau menancapkan tongkatnya ke tanah dan ketika dicabut, dari bekas tancapan itu keluar air. Sejak saat itu Sumur Bandung dibangun disana sebagai salah satu bukti sejarah. Bank Indonesia yang terletak di Jalan Braga, Bandung ini merupakan sebuah daya tarik luar biasa ditengah kota Bandung. Bank ini merupakan bank hasil nasionalilasi Bank Belanda, yaitu de Javasche Bank, yang pada masa kolonial bertugas sebagai bank sirkulasi Hindia Belanda. Pada 24 Januari 1953, wakil presiden Moh. Hatta mengatakan bahwa bank ini akan ikut menyelenggarakan kebijaksanaan moneter pemerintah dan akan aktif mempengaruhi perkembangan perekonomian dalam masyarakat.