Melihat Sejarah Dari Museum Wangsit Mandala Siliwangi

Melihat-Sejarah-Dari-Museum-Wangsit-Mandala-Siliwangi

sejarahbandung – Sejarah perjuangan para pahlawan kesuma bangsa dengan suka dukanya memang perlu diketahui generasi kini agar mereka tahu dan termotivasi juga untuk melanjutkan sepak terjang para pendahulu, meski tentu tak harus jadi tentara.
Adalah museum Wangsit Mandala Siliwangi di Kota Bandung kiranya dimaksudkan seperti itu. Lalu, seperti apakah museum ini. Mari kita simak artikel berikut.

Museum Wangsit Mandala Siliwangi merupakan destinasi wisata sejarah di Bandung yang tak boleh dilewatkan. Museum ini merupakan salah satu dari beberapa deretan museum unik di Indonesia yang bisa dikunjungi. Museum yang satu ini banyak menyimpan benda-benda yang pernah digunakan oleh Pasukan Kodam Siliwangi. Senjata yang disimpan di dalam museum ini tak hanya terbatas pada senjata militer. Namun, ada juga beberapa senjata tradisional yang tersimpan rapi di dalamnya.

Museum ini diresmikan oleh panglima divisi Siliwangi Kolonel Ibrahim Adjie pada tanggal 23 Mei 1966. Gedungnya peninggalan Belanda. Pada awal pembangunannya gedung ini berfungsi sebagai tempat tinggal para perwira Belanda. Sedangkan pada masa pendudukan jepang, gedung ini merupakan salah satu markas perjuangan yang digunakan untuk melawan Belanda.

Museum Wangsit Mandala Siliwangi adalah museum militer yang berada di Kota Bandung, Jawa Barat. Siliwangi merupakan nama komando daerah militer TNI-AD di Jawa Barat dan Banten yang namanya diambil dari raja Kerajaan Sunda yang beribu kota di Pakuan Pajajaran yang kekuasaanya konon tak terbatas, juga arif dan bijaksana serta wibawa dalam menjalankan roda pemerintahan. Sedangkan arti Mandala Wangsit merupakan sebuah tempat untuk menyimpan amanat, petuah atau nasihat dari pejuang masa lalu kepada generasi penerus melalui benda-benda yang ditinggalkannya.

Baca Juga :Beberapa Mitos Rumah Kentang Bandung

Museum ini berlokasi di Jalan Lembong, Kecamatan Sumurbandung. Jalan ini diambil dari nama Letkol Lembong, salah satu prajurit Siliwangi yang menjadi korban dalam Peristiwa Kudeta Angkatan Perang Ratu Adil. Sebelumnya jalan itu bernama Oude Hospitaalweg.

Koleksi museum terdiri atas peralatan perang yang digunakan oleh pasukan Kodam Siliwangi, dari senjata tradisional Sunda yang digunakan sebelum era modern seperti tombak, panah, keris, kujang, dan bom molotov. Senjata modern yang ditampilkan di museum ini adalah panser rel buatan Indonesia, meriam, dan kendaraan lapis baja.

Di dalam museum ini juga terdapat koleksi peralatan perang di zaman perang kemerdekaan Indonesia yang terdiri atas senjata-senjata yang digunakan di masa Pendudukan Jepang. Terdapat beberapa alat dan kendaraan yang digunakan pada saat masa tersebut, yaitu:

  1. Bedug simarame
  2. Senjata laras panjang dan pistol
  3. Tank dan ambulans militer

Di samping itu juga terdapat galeri lukisan yang menggambarkan romusha atau kerja paksa yang terjadi di zaman pendudukan Jepang. Terdapat juga koleksi fotografi mengenai peristiwa Bandung Lautan Api pada tanggal 24 Maret 1946 di Bandung dan peristiwa peracunan pada tanggal 17 Februari 1949. Terdapat koleksi bedok (busana) yang digunakan oleh Ki Hadjar Dewantara, Menteri Pendidikan pertama di Indonesia berupa bedok yang terdiri dua jubah berwarna putih dan hitam. Terdapat pula satu aula untuk keperluan umum di museum tersebut.