Post thumbnail

Segeralah untuk menggabungkan diri anda bersama kami dalam Poker Dapat Pulsa ini. Disini kami juta tidak hanya menyediakan kemudahan buat anda semua, kami juga ada menyediakan beragam reward yang begitu menarik dan pastinya tidak akan membebankan anda semua.

Sedangkan dari modal, harus benar-benar dipisahkan antara uang petaruh dan uang perusahaan. Situs yang tidak jujur dan transparan dalam mengelola modal lebih baik langsung Anda tinggalkan.

Jackpot hanya dapat di beli di awal sebelum periode tersebut berjalan dan jika berhasil maka anda dapat melihat di sisi kiri bawah atau kiri atas akan terdapat notifikasi bahwa jackpot anda berhasil di beli.

Tampilan agen judi pulsa terpercaya pastinya memiliki bentuk yang sangat baik dan terkesan terawat menunjukan keseriusan pemilik agen judi menyediakan sarana bermain judi.

Selama ini bisa Anda lakukan, kesempatan Anda untuk menang akan semakin besar. Makanya siapkan strategi terbaik Anda untuk bermain judi poker online di situs terbaik.

Itulah tadi beberapa cara mengendalikan meja baik ketika Anda membawa kartu bagus maupun tidak. Kemampuan di atas dapat Anda miliki dan terapkan ketika mempunyai menilai kartu dan potensinya baik situs poker pada setiap putaran.

Keuntungan pemain judi menggunakan deposit pulsa tentu di dasari oleh beberapa hal. Pertama, pemain judi dapat menemukan alternatif lain dalam proses deposit untuk modal bermain judi online.

Jumlahnya banyak, lengkap dan selalu diperbaharui sesuai dengan pembaharuan poker dunia. Anda tinggal memakainya saja dan pakai sesuai yang anda butuhkan. Jangan hanya dibaca namun langsung diterapkan demi kelancaran bertarung poker.

Hal ini dapat dilihat dengan tampilan memuaskan dan itu bisa meyakinkan anda setelah pertama kali masuk di dalamnya untuk segera mendaftarkan diri di dalamnya. Di sana tidak ada satu pun jenis iklan yang mengganggu di dalamnya.

Secara sederhana dapat dibedakan dengan jelas mengenai poker pulsa telkomsel dan XL dimana pulsa yang digunakan berasal dari service provider yang berbeda.

Ciri pertama yang dapat menjadikan agen poker Agen poker pulsa terpercaya memang besar bisa dipercaya adalah dari tampilan situs judinya. Agen terpercaya harus memilih tampilan situs yang jelas dan terlihat profesional.

Judi online merupakan salah satu bukti bahwa teknologi di zaman sekarang sudah sangat maju. Bukan sebuah rahasia lagi jika Anda akan merasakan banyak hal menarik di zaman yang sudah maju seperti sekarang.

Maka dari itu, bagi anda yang akan bermain judi poker dengan mudah meraih kemenangan situs poker lalu memperoleh reward menjanjikan yang true diberikan, maka nanti harus bergabung ke dalam situs poker deposit pulsa yang resmi agar semuanya situs poker online berjalan sesuai yang anda harapkan.

Seperti yang disinggung dalam pembahasan pokerpulsa diatas, situs poker pulsa muncul sebagai bentuk inovasi bagi pemain judi online.

Asal-Usul Nama Bandung Asal-Usul Nama Bandung

Sejarahbandung.com – KATA “Bandung” berasal dari kata bendung atau bendungan karena terbendungnya sungai Citarum oleh lava Gunung Tangkuban Perahu yang kemudian membentuk telaga. Menurut mitos, nama “Bandung” diambil dari sebuah kendaraan air yang terdiri dari dua perahu yang diikat berdampingan yang disebut perahu bandung yang digunakan oleh Bupati Bandung, R.A. Sungai) dalam mencari tempat kedudukan kabupaten yang baru untuk menggantikan ibukota yang lama di Dayeuhkolot. Kota Bandung merupakan kota metropolitan terbesar di wilayah Jawa Barat yang menjadi ibu kota Provinsi Jawa Barat. Kota Bandung juga merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Kota Bandung dijuluki Kota Kembang. Dalam buku Wajah Bandoeng Tempo Doeloe, sejarahwan Haryoto Kunto menulis, kembang yang dimaksud ialah Kembang Dayang yang dalam bahasa Sunda sama dengan WTS (Wanita Tunasusila) atau PSK (Pekerja Seks Komersial). Istilah kota kembang berasal dari peristiwa yang terjadi tahun 1896 saat Bestuur van de Vereninging van Suikerplanters (Pengurus Besar Perkumpulan Pengusaha Perkebunan Gula) yang berkedudukan di Surabaya memilih Bandung sebagai tempat penyelenggaraan kongresnya yang pertama.

Sebagai panitia kongres, Tuan Jacobmendapat masukan dari Meneer Schenk agar menyediakan ‘kembang-kembang’ berupa “noni cantik” Indo-Belanda dari wilayah perkebunanPasirmalang untuk menghibur para pengusaha gula tersebut. Setelah kongres, para tamu menyatakan sangat puas. Kongres dikatakan sukses besar. Dari mulut peserta kongres itu kemudian keluar istilah dalam bahasa Belanda De Bloem der Indische Bergsteden atau ‘bunganya’ kota pegunungan di Hindia Belanda. Dari situ muncul julukan kota Bandung sebagai kota kembang. Dalam buku Otobiografi Entin Supriatin, Deritapun Dapat Ditaklukan. Mitra Media Pustaka. Bandung (2006) disebutkan, Bandung dikenal dengan sebutan Parijs Van Java atau Paris-nya Pulau Jawa. Mungkin mengira istilah itu muncul dari keindahan kota Bandung sama dengan keindahan kota Paris. Padahal bukan itu. Sebenarnya, istilah Parijs van Java muncul karena pada waktu itu di Jalan Braga terdapat banyak toko yang menjual barang-barang produksi Paris, terutama toko pakaian. Toko yang terkenal diantaranya adalah toko mode dan pakaian, Modemagazinj ‘au bon Marche’ yang menjual gaun wanita mode Paris.

Ada juga restoran yang makanan khas Paris Maison Bogerijen yang menjadi tempat santap para pejabat dan pengusaha Hindia Belanda atau Eropa. Dari situlah muncul julukan lain bagi kota Bandung sebagai Parijs van Java. Selain itu, kota Bandung juga dikenal sebagai kota belanja, dengan mall dan factory outlet (FO) yang banyak tersebar di kota ini. Tahun 2007, British Council menjadikan kota Bandung sebagai pilot project kota terkreatif se-Asia Timur. Saat ini kota Bandung merupakan salah satu kota tujuan utama pariwisata dan pendidikan. Tahun 1896 Bandung belum menjadi kota tetapi hanya “kampung”. Penduduknya yang terdata 29.382 orang, sekitar 1.250 orang berkebangsaan Eropa, mayoritas orang Belanda. Saat itu Bandung hanyalah desa udik yang belepotan lumpur, bahkan Jalan Braga yang kemudian melegenda di Bandung masih berupa jalan tanah becek bertahi sapi dan kuda. Kota Bandung mulai dijadikan sebagai kawasan pemukiman sejak pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, melalui Gubernur Jenderalnya waktu itu Herman Willem Daendels, mengeluarkan surat keputusan tanggal 25 September 1810 tentang pembangunan sarana dan prasarana untuk kawasan ini. Dikemudian hari peristiwa ini diabadikan sebagai hari jadi kota Bandung. Kota Bandung secara resmi mendapat status gemeente (kota) dari Gubernur Jenderal J.B. Heutsz pada tanggal 1 April 1906 dengan luas wilayah waktu itu sekitar 900 ha, dan bertambah menjadi 8.000 ha di tahun 1949, sampai terakhir bertambah menjadi luas wilayah saat ini. Pada masa perang kemerdekaan, pada 24 Maret 1946, sebagian kota ini di bakar oleh para pejuang kemerdekaan sebagai bagian dalam strategi perang waktu itu. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Bandung Lautan Api dan diabadikan dalam lagu Halo-Halo Bandung. Selain itu kota ini kemudian ditinggalkan oleh sebagian penduduknya yang mengungsi ke daerah lain.

Baca Juga  : Makalah Bandung Lautan Api

Kandidat guru muda dari Preanger Regentschappen adalah bernama Adi Sasmita, seorang guru bantu di Regentschap (kabupaten) Sumedang. Adi Sasmita diduga adalah lulusan pertama Kweekschool Bandoeng. Lantas mengapa dari Sumedang, bukan guru asal regenschap (kabupaten) Bandoeng? Boleh jadi ini karena bargaining dari Bupati Sumedang, yang saat itu masih lebih superior dibanding bupati Bandoeng dan bahkan bupati Tjiandjoer, meski ibukota Preanger sudah dipindahkan dari Tjiandjoer ke Bandoeng sejak 1871. Disamping itu, ekonomi (pertanian ekspor) Sumedang tidak kalah jika dibandingkan dengan Bandoeng dan Tjiandjoer. Seperti yang dikabarkan, Adi Sasmita adalah lulusan terbaik dari Kweekschool Bandoeng (dan diproyeksikan menjadi guru di Kweekschool Bandoeng). Tiga guru muda yang dipimpin Willem Iskander berangkat dari Batavia pada tahun 1875. Namun sangat disayangkan mereka berempat tidak ada yang kembali, semuanya dikabarkan telah meninggal dunia di tahun pertama di Belanda (Eropa). Tiga kandidat guru ini dilaporkan sakit keras, tidak bisa menahan dingin. Raden Mas Soerono masih sempat dipulangkan agar jiwanya tertolong, namun meninggal di tengah perjalanan dan dikuburkan di Port Said (Mesir). Meninggalnya Willem Iskander sangat controversial hingga ini hari: bunuh diri atau dibunuh. Dilaporkan Willem Iskander meninggal bulan Mei 1876 karena bunuh diri disebabkan frustrasi karena kematian tiga ‘anak didiknya’.

Namun ini saya pribadi sangat meragukan sebagaimana dapat dibaca dalam edisi Locomotief edisi Juli 1876. Argumennya adalah sebegai berikut: Program pengiriman guru muda ke Belanda di bawah baying-bayang pro-kontra. Di satu pihak menganggap ini biaya dan dipihak lain sebagai (politik) etik. Kematian tiga anak didik Willem Iskander di satu sisi Willem Iskander telah kehilangan harapan untuk peningkatan pendidikan penduduk pribumi di Hindia Belanda, di lain sisi boleh jadi beasiswa Willem Iskander telah diputus sepihak dari Batavia (mengingat program utama adalah tiga guru muda, sedangkan beasiswa Willem Iskander adalah program tambahan, sebagai bentuk bargaining). Disamping itu, jelang keberangkatan Willem Iskander dan tiga anak didiknya, perang Atjeh telah menimbulkan biaya besar di pihak militer (pemerintah Hindia Belanda). Sebelum berangkat ke Batavia, Willem Iskander tampak tidak setuju (menolak) penghancuran keraton (dan masjid Atjeh) dan menyesalkan banyak penduduk pribumi tidak ikut prihatin yang dimuat di dalam surat kabar Sumatra Courant.

Makalah Bandung Lautan Api Makalah Bandung Lautan Api

Sejarahbandung.com – Semoga makalah tentang Sejarah Peristiwa Bandung Lautan Api ini bias menambah pengethuan kita. Kami menyadari makalah nyang kami buat jauh dari sempurna maka dari itu kami mengharapkan kritik dan saran kepada teman -teman dan dosen matakuliah sejarah perjuangan bangsa ini. B. Bandung lautan api Perang Medan Area yang terjadi di Kota Medan 15 Februari 1947, dinilai lebih menggambarkan sikap kepahlawanan dari beberapa perang lainnya melawan kolonialisme Belanda.Sekretaris Pusat Sudi Sejarah dan Ilmu-Ilmu Sosial (Pussis) Universitas Negeri Medan, Erond Damanik, mengatakan berdasarkan pengkajian yang dilakukan, maka perang Medan Area tidak kalah penting jika dibanding dengan perang lainnya di Surabaya, 10 November 1945 yang akhirnya memunculkan sebutan “Arek-Arek Suroboyo”. Istilah Bandung Lautan Api menjadi istilah yang terkenal setelah peristiwa pembumihangusan tersebut.

Jenderal A.H Nasution adalah Jenderal TRI yang dalam pertemuan di Regentsweg (sekarang Jalan Dewi Sartika ), setelah kembali dari pertemuannya dengan Sutan Sjahrir di Jakarta , memutuskan strategi yang akan dilakukan terhadap Kota Bandung setelah menerima ultimatum Inggris tersebut.Peristiwa yang terjadi di tanah Pasundan itu berawal dari pertempuran antara para pemuda dan TKR melawan tentara Jepang pada bulan September dan Oktober 1945. Pada tanggal 9 Oktober 1945, pertempuran yang terjadi antara rakyat Bandung dan TKR melawan tentara Jepang dapat diselesaikan dengan damai. 1. Uraikan sejarah tentang bandung lautan api ! Mengenal sejarah Indonesia, salah satunya ada peristiwa Bandung Lautan Api. Peristiwa yang terjadi di tanah Pasundan itu berawal dari pertempuran antara para pemuda dan TKR melawan tentara Jepang pada bulan September dan Oktober 1945.Pada tanggal 9 Oktober 1945, pertempuran yang terjadi antara rakyat Bandung dan TKR melawan tentara Jepang dapat diselesaikan dengan damai. Rakyat Bandung dan TKR berhasil mendapatkan senjata dari pabrik senjata dan mesiu di Kiaracondong.Akan tetapi, bersamaan dengan itu datanglah tentara sekutu memasuki Kota Bandung pada tanggal 21 Oktober 1945. Kedatangan pasukan sekutu itu membuat suasana Kota Bandung menjadi tegang. Pertempuran-pertempuran kecil pun tak terhindarkan.

Ketika pasukan sekutu merasa terdesak, sekutu memberika ultimatum agar seluruh rakyat Bandung paling lambat tanggal 29 November 1945, pukul 12 untuk meninggalkan Bandung Utara. Namun, sampai batas waktu yang ditentukan, rakyat Bandung tidak mematuhinya.Pada tanggal 24 Maret 1946, sekutu mengeluarkan ultimatum lagi agar rakyat Bandung meninggalkan Kota Bandung. Namun, lagi-lagi ultimatum itu tidak digubris. Akibatnya, pertempuran pun tak dapat dihindarkan. Ribuan orang mulai meninggalkan Kota Bandung. Tentara Republik Indonesia sengaja membakar gedung-gedung pemerintahan yang terdapat di Kota Bandung. Maksudnya, agar sekutu tidak dapat menggunakannya lagi. Asap membumbung tinggi. Kota Bandung menjadi lautan api. Kota bandung dimasuki inggris pada bulan oktober 1945 sekutu meminta hasil lucutan tentara jepang oleh TKR diserahkan kepada sekutu pada tanggal 21 november 1945 sekutu mengultimatum agar kota bandungdikosongkan hal ini tidak diindahkan oleh TRI dan rakyat indonesia,Perintah ultimatum tsb diulang tanggal 23 maret 1946 . RI di jakarta memerintah supaya TRI mengosongkan bandung, tetapi pimpinan TRI di yogjakarta menginstruksikan supaya bandung tidak dikosongkan akhirnya dengan barat hati TRI mengosongkan kota bandung, sebelum keluarBandung pada tanggal 23 maret 1946 para pejuang RI menyerang markas sekutu dan membumihanguskan bandung bagian selatan. Pasukan Inggris bagian dari Brigade MacDonald tiba di Bandung pada tanggal 12 Oktober 1945 .

Baca Juga  : Membaca Sejarah Kota Bandung Dari Atas Bus

Sejak semula hubungan mereka dengan pemerintah RI sudah tegang. Mereka menuntut agar semua senjata api yang ada di tangan penduduk, kecuali TKR dan polisi , diserahkan kepada mereka. Orang-orang Belanda yang baru dibebaskan dari kamp tawanan mulai melakukan tindakan-tindakan yang mulai mengganggu keamanan. Akibatnya, bentrokan bersenjata antara Inggris dan TKR tidak dapat dihindari. Malam tanggal 24 November 1945, TKR dan badan-badan perjuangan melancarkan serangan terhadap kedudukan-kedudukan Inggris di bagian utara, termasuk Hotel Homann dan Hotel Preanger yang mereka gunakan sebagai markas. Tiga hari kemudian, MacDonald menyampaikan ultimatum kepada Gubernur Jawa Barat agar Bandung Utara dikosongkan oleh penduduk Indonesia, termasuk pasukan bersenjata.Ultimatum Tentara Sekutu agar Tentara Republik Indonesia (TRI, TNI kala itu) meninggalkan kota Bandung mendorong TRI untuk melakukan operasi ” bumihangus “. Para pejuang pihak Republik Indonesia tidak rela bila Kota Bandung dimanfaatkan oleh pihak Sekutu dan NICA. Kolonel Abdoel Haris Nasoetion selaku Komandan Divisi III TRI mengumumkan hasil musyawarah tersebut dan memerintahkan evakuasi Kota Bandung. Hari itu juga, rombongan besar penduduk Bandung mengalir panjang meninggalkan kota Bandung dan malam itu pembakaran kota berlangsung.

Bandung sengaja dibakar oleh TRI dan rakyat setempat dengan maksud agar Sekutu tidak dapat menggunakan Bandung sebagai markas strategis militer. Di mana-mana asap hitam mengepul membubung tinggi di udara dan semua listrik mati. Tentara Inggris mulai menyerang sehingga pertempuran sengit terjadi. Pertempuran yang paling besar terjadi di Desa Dayeuhkolot , sebelah selatan Bandung, di mana terdapat gudang amunisi besar milik Tentara Sekutu. Dalam pertempuran ini Muhammad Toha dan Ramdan , dua anggota milisi BRI (Barisan Rakjat Indonesia) terjun dalam misi untuk menghancurkan gudang amunisi tersebut. Muhammad Toha berhasil meledakkan gudang tersebut dengan dinamit . Gudang besar itu meledak dan terbakar bersama kedua milisi tersebut di dalamnya. Staf pemerintahan kota Bandung pada mulanya akan tetap tinggal di dalam kota, tetapi demi keselamatan mereka, maka pada pukul 21.00 itu juga ikut dalam rombongan yang mengevakuasi dari Bandung. Sejak saat itu, kurang lebih pukul 24.00 Bandung Selatan telah kosong dari penduduk dan TRI.

Membaca Sejarah Kota Bandung Dari Atas Bus Membaca Sejarah Kota Bandung Dari Atas Bus

Sejarahbandung.com – Bandung menjadi salah satu kota yang selalu diminati para wisatawan untuk pilihan keluarga berlibur. Bandung yang dikenal dengan sebutan Kota kembang ini bisa menjadikan referensi liburan untuk keluarga karena memiliki banyak destinasi wisata. Mulai dari wisata kuliner, wisata alam, dan berburu fashion. Di Kota Bandung juga terdapat destinasi wisata dari mulai yang gratis, seperti di Balaikota Bandung yang dikelilingi beberapa taman yang menarik dan segar. Di antaranya Taman Sejarah, Taman Dewi Sartika, Taman Badak, Kebun Binatang mini pun ada. Dilengkapi dengan bus wisata yang lucu, Bandung Tour on Bus (Bandros) dengan aneka warna. Jika Anda berlibur ke Kota Bandung ini, tidak ada salahnya untuk mencoba menaiki bus bandros. Ada pilihan tempat untuk menaiki bus bandros ini, yaitu di Alun-Alun Bandung, Taman Balai Kota Bandung, dan di depan Musieum Geologi Bandung. Rute bus bandros kali ini berbeda dengan yang sebelumnya, sekarang rute bandros tidak lagi melewati Alun-Alun Ujung Berung, Cibaduyut dan jalan lainnya yang termasuk jalanan macet.

Selain juga untuk harga tiket sekarang, ada dua variasi yaitu ada yang harganya Rp10.000 dan ada juga yang harganya Rp20.000. Perbedaan harga bus bandros itu bisa di lihat dari plat nomer bus tersebut. Jika plat nomer bus bandros warna hitam itu berarti harganya Rp10.000 dan kuning Rp20.000. Perbedaannya lainnya, penumpang bus bandros dengan harga tiket Rp20.000 diberikan kesempatan untuk singgah selama 15 menit. Waktu tempuh perjalanan setiap rute dipatok selama satu jam atau sesuai kondisi jalan. Selama perjalanan naik bandros, Anda akan dipandu oleh seorang pemandu yang akan menceritakan tentang sejarah dan cerita dari tempat-tempat yang Anda lewati. Seorang pengunjung mengatakan Kota Bandung memiliki sejarah yang unik. “Saya dari Jakarta, kebetulan anak libur jadi coba naik ini. Senang tadi bisa keliling Kota Bandung, bisa tau sejarahnya. Sambil nyenengin anak juga,” ujar Dian penumpang bus bandros. Bus bandros ini setiap hari beroperasi dari jam 08.00 sampai jam 14.00 WIB. Untuk menaiki bus bandros ini Anda hanya perlu mendaftar pada petugas.

Tempat Wisata di Bandung – Kota Bandung merupakan ibu kota dari Provinsi Jawa Barat sekaligus kota metropolitan terbesar di Provinsi Jawa Barat. Kota yang menjadi destinasi pariwisata dan pendidikan ini merupakan kota dengan penduduk terbesar ketiga setelah Jakarta dan Surabaya. Kota Bandung memiliki sejarah panjang. Dulunya kota ini disebut dengan Paris van Java atau kota Paris yang ada di Jawa karena keindahan alamnya. Kota Bandung kerap juga disebut kota kembang karena banyak bunga-bunga dan pepohonan yang menambah keindahan panorama alam Kota Bandung. Selain itu, kota Bandung terkenal juga karena banyaknya mall dan FO atau factory outlet yang menjadi tempat belanja favorit di Bandung. Di era sekarang, Kota Bandung semakin terkenal karena tingkah kocak dari walikotanya yaitu Ridwan Kamil di beragam akun sosial medianya. Kota dengan tata infrastruktur terbaik ini pada tahun 2007 dinobatkan sebagai pilot project kota terekreatif di Asia oleh British Council. Oleh karena itu, tidak heran jika destinasi tempat wisata di Bandung dan sekitarnya semakin menjamur dari mulai tempat wisata alam di Bandung, tempat wisata anak di Bandung, tempat wisata kuliner di Bandung sampai tempat wisata romantis di Bandung. Dan, berikut adalah beberapa tempat wisata di Bandung yang wajib Anda kunjungi jika berkunjung ke kota kembang ini.

Baca Juga  : Balai Kota Bandung Yang Juga Menyajikan Wisata Gratis

Kawasan Lembang, Bandung merupakan salah satu kawasan tempat wisata Bandung yang menyuguhkan keindahan alam serta kesejukan udara. Kawasan Lembang terkenal ketika dijadikan tempat untuk syuting film Petualang Sherina pada tahun 2000. Dan, The Lodge Maribaya merupakan tempat wisata di Bandung Lembang yang terkenal karena keindahan alam terbukanya yang sangat sejuk dan eksotis. Oleh karena itu, The Lodge Maribaya Bandung menjadi salah satu spot fotografi terfavorit di Kota Bandung. Di wisata Bandung yang satu ini ada beragam wahana unik dan seru yang tidak akan Anda jumpai di tempat lain seperti sky tree, mountain swing dan zip bike. Wahana sky tree merupakah wahana yang wajib dikunjungi di The Lodge Maribaya Lembang, karena sangat instagrammable. Bentuknya tidak jauh berbeda dengan rumah pohon yang ada di Kalibiru, Lembang. Bila ingin ke atas rumah pohon tersebut, Anda akan dipakaikan alat pengaman untuk menaiki anak tangga menuju rumah pohon yang menjadi tempat paling fotogenik untuk berfoto. Sedangkan, mountain swing merupakan wahana ayunan yang membuat Anda seolah-olah sedang berayun pada ketinggian.

Sedangkan, di wahana zip bike Anda akan menaiki sepeda yang di pasang dengan kabel di atas ketinggian untuk melewati lembah dengan pemandangan yang sangat indah. Tidak hanya tiga wahana itu saja yang bisa Anda nikmati di The Lodge Maribaya Lembang, tempat ini juga menyediakan lahan yang bisa dijadikan tempat untuk camping dan outbond. Kota Bandung memiliki banyak tempat yang menjadi spot fotografi fotogenik dan terbaik, salah satunya Upside Down World Bandung. Tempat ini mengusung konsep berupa sebuah rumah dengan keadaan terbalik. Rumah ini terdiri dari beberapa bagian seperti ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, ruang tidur sampai kamar mandi. Furnitur yang ada di dalam rumah terbalik ini pun mengusung kearifan lokal Bandung seperti musik dan juga mural. Dengan keadaannya yang serba terbalik Upside Down World Bandung menjadi tempat wisata yang menarik di Bandung yang wajib Anda kunjung ketika bertandang di kota Bandung. Namun, Upside Down World Bandung merupakan tempat wisata di Bandung Jawa Barat yang bisa Anda akses dengan merogoh kocek cukup dalam yaitu seratus ribu Rupiah untuk orang dewasa. Sanghwang Heuleut merupakan tempat wisata alam di Bandung yang belum terjamah oleh banyak orang.

Balai Kota Bandung Yang Juga Menyajikan Wisata Gratis Balai Kota Bandung Yang Juga Menyajikan Wisata Gratis

Sejarahbandung.com – BALAI Kota Bandung adalah kantor wali kota Bandung yang berada di Jalan Wastukencana No 2. Seperti disebutkan laman wikipedia balai kota merupakan bangunan administratif utama bagi pemerintahan kota dan biasanya memuat dewan kota, departemen terkait dan para pegawainya. Di sinilah, wali kota menjalankan fungsinya. Nah di Bandung, kawasan kantor wali kota tersebut tak hanya melulu untuk berkantor para pegawai pemerintahan. Di sekelilingnya bangunan kantor tersebut terdapat tempat-tempat yang bisa dikunjungi warganya untuk berwisata. Tempat tersebut bisa dikunjungi tanap harus membayar alias gratis. Yang menjadi favorit warga adalah Taman Balai Kota. Taman ini adalah taman yang paling tua di Kota Bandung. Dibangun pada1885 dengan nama Pieter Sijthoffpark atau Pieterspark. Namun nama itu tidak populer. Orang Bandung lebih senang menyebutnya Kebon (Kebun) Raja. Mengapa Kebon Raja karena di sebelah timur taman ada sekolah bernama Kweekschool voor Inlandsche Onder Wijzern. Sekolah ini sering disebut Sakola Raja. Taman tersebut setelah Walik Kota Bandung Ridwan Kamil memimpin direvitalisasi.

Banyak perubahan desain yang dilakukan oleh Ridwan Kamil. Taman ini ditata hingga warga lebih nyaman lagi untuk berkunjung ke taman tersebut. Sebut saja semacam stilasi bertuliskan “Love”. Tempat ini sering dijadikan tempat berfoto para pengunjung. Taman Badak Putih pun yang difasilitasi kolam dangkal menjadi daya tarik tersendiri. Terutama anak-anak yang ingin bermain air di kolam dangkal tersebut. Badan Putih yang sebelumnya telah ada lebih bersih dan menjadi teman nyaman untuk nongkrong di pinggir kolam dan patung tersebut. Taman Dewi Sartika yang menghadap ke Jalan Perintis Kemerdekaan yang direvitalisasi belakangan bersamaan dengan Taman Badak Putih, menjadi tempat berfoto menarik dengan latar belakang patung dan tanaman berwarna-warni. Di taman ini pun dilengkapi mini zoo dengan koleksi hewan seperti kelinci. Tak jauh di Taman Dewi Sartika terdapan Taman Sungai Cikapayang. Menhir yang dipasang di sana juga menjadi daya tarik tersendiri. Termasuk juga kolam dangkal yang airnya berasal dari Sungai Cikapayang yang sebelumnya telah diproses sehingga bersih dan aman untuk dijadikan tempat bermain anak-anak. Di belakang balai kota ada Taman Sejarah. Taman yang tepatnya berada di Jalan Aceh ini menceritakan perjalanan Bandung. Nama-nama pemimipin Bandung terpampang di taman tersebut. Kolam dangkal pun disediakan di sini untuk tempat bermain anak-anak. Di samping Taman Sejarah ada galeri bernama Bandung Planning Gallery. Lokasinya berada di Jalan Aceh Nomor 51. Bandung Planning Gallery menempati gedung bekas kantor DPRD Kota Bandung. Kantor DPRD Kota Bandung sendiri pindah ke Jalan Sukabumi. Bandung Planning Gallery merupakan miniatur pembangunan Kota Bandung yang sudah jadi dan sedang proses. Di sana juga, pengunjung bisa mengetahui kebijakan pemerintah melalui pemutaran video lewat layar LCD. Pengunjung bisa merasakan virtual reality menggunakan LRT, video mapping, dan augmented reality.

Bila Anda dari stasiun Bandung, untuk menuju ke tempat ini jaraknya sekitar 6,5 kilometer, atau menempuh waktu 20 menit. Sementara bila Anda dari Bandara Husein Sastranegara jaraknya sekita 7,2 kilometer atau 25 menit. Dengan catatan, kondisi jalan lancar. Hehe. Faktanya, di hari-hari wiken Bandung selalu dipenuhi kendaraan. Jika Anda berasal dari luar kota dan menggunakan jalan tol Cipularang ,maka silahkan ambil pintu keluar Tol Kopo. Anda bisa langsung belok kiri menuju jalan bypass. Dari jalan bypass ambil arah kanan dan lurus hingga menjumpai lampu merah dan terlihatlah tugu sepatu. Status Cibaduyut sebagai sentra kerajinan sepatu memiliki sejarah yang panjang ternyata. Bahkan dimulai sejak masa belum kemerdekaan. Jadi konon sekitar tahun 1920-an ada sebagian warga daerah itu yang bekerja di sebuah pabrik sepatu yang kemudian bangkrut. Berbekal keahlian yang diperoleh selama bekerja di pabrik tersebut, mereka kemudian mulai merintis usaha pembuatan produk alas kaki sederhana di lingkungan sekitar rumah mereka. Ternyata usaha tersebut berkembang.

Baca Juga  : Berusia 204 Tahun, Ini Sejarah Singkat Kota Bandung

Pesanan semakin banyak, yang bahkan membuat mereka kewalahan. Oleh karenanya mereka kemudian merekrut tetangga dekat untuk membantu mengerjakan pesanan. Inilah awal mula meyebarnya keahlian membuat sepatu di antara warga. Sampai tahun 1940 tercatat terdapat 89 unit pengrajin sepatu. Pada tahun 1950 jumlahnya meningkat menjadi 250 unit usaha sepatu. Semakin berkembangnya daerah ini mendorong Pemerintah untuk menjadikannya sebagai tujuan wisata pada tahun 1989. Produknya pun tidak lagi terbatas pada sepatu, tetapi barang asesoris lain yang terbuat dari kulit seperti tas, jaket dan lainnya. Sentra sepatu ini mulai meredup pada saat krisis moneter tahun 1998. Selanjutnya derasnya sepatu impor memasuki tahun 2000-an semakin mendesak usaha ini. Namun perlahan mulai bangkit kembali. Kini, sentra sepatu tersebut sudah kembali ramai oleh pengunjung terutama di setiap wiken dan hari libur. Cibaduyut Bandung Shoping sudah menjadi tujuan wajib bagi para wisatawan yang berkunjung ke Paris Van Java. Daya tarik utama Cibaduyut bagi para wisatawan baik domestik maupun mancanegara adalah sebagai sentra produksi kerajinan sepatu. Cukup banyak factory outlet yang memadati wilayah ini. Kualitasnya tidak kalah dengan brand terkenal seperti Nike, Adidas dan lain-lain.

Berusia 204 Tahun, Ini Sejarah Singkat Kota Bandung Berusia 204 Tahun, Ini Sejarah Singkat Kota Bandung

Sejarahbandung.com – BANDUNG – Tepat hari ini, 25 September 2014, Kota Bandung berusia 204 tahun. Usia yang tidak muda lagi tentunya. Di Indonesia, Bandung dikenal sebagai salah satu kota metropolitan. Di Jawa Barat, Bandung merupakan kota terbesar sekaligus ibu kota provinsi. Sebagai kota metropolitan terbesar ketiga setelah Jakarta dan Surabaya, Bandung merupakan salah satu tujuan wisatawan, mulai dari wisata belanja, fesyen, dan kuliner. Segala macam puin ada di kota berjuluk ‘Parijs van Java’ itu. Dilansir dari berbagai sumber, kata Bandung berasal dari “bendung” atau “bendungan” karena terbendungnya Sungai Citarum oleh lava Gunung Tangkubanparahu yang kemudian membentuk telaga. Ada juga sejarah yang menyebutkan kata Bandung berasal dari sebuah kendaraan air yang terdiri dari dua perahu yang diikat berdampingan. Kendaraan itu dinamakan Perahu Bandung dan digunakan Bupati Bandung, RA Wiranatakusumah II, saat melayari Sungai Citarum. Kota Bandung dijadikan permukiman sejak pemerintahan kolonial Belanda. Lewat Gubernur Jenderal saat itu, Herman Willem Daendels, pada 25 September 1810 dikeluarkan surat keputusan tentang pembangunan sarana dan prasarana di kawasan Bandung. Tanggal itu kemudian dijadikan sebagai hari jadi Kota Bandung. Namun status sebagai gemeente atau kota sebenarnya baru didapat secara resmi pada 1 April 1906 dari Gubernur Jenderal JB van Heutsz.

Saat itu luas Kota Bandung sekira 900 hektare. Seiring perkembangan, Kota Bandung bertambah luas menjadi sekira 8.000 hektare pada 1949 dan terus berkembang sampai saat ini. Kota Bandung memiliki julukan ‘Kota Kembang’ karena dulu dikenal sebagai kawasan indah yang memilki banyak bunga. Kota Bandung juga disebut ‘Parijs van Java’ karena dulu suasana dan udaranya mirip dengan Paris. Cerita bersejarah pun banyak terlahir di Bandung, mulai dari peristiwa Bandung Lautan Api, Konferensi Asia-Afrika, serta sederet peristiwa bersejarah lainnya. Kini, Kota Bandung menjadi salah satu kota paling modern di Indonesia. Dipimpin Wali Kota Ridwan Kamil, Bandung terus berbenah di tengah ragam permasalahan yang ada, mulai dari PKL, transportasi, taman, hutan kota, serta berbagai persoalan lainnya. Dalam usia 204 tahun, setumpuk persoalan menjadi tantangan tersendiri. Transportasi massal berupa monorel disiapkan untuk menuntaskan persoalan kemacetan. Parkir meter disiapkan untuk menuntaskan persoalan perparkiran. Taman-taman terus diperbaiki dan ditambah. Stadion Gelora Bandung Lautan Api terus digenjot agar segera tuntas. PKL mulai ditata dan direlokasi. Bahkan birokrasi pemerintahan dan persoalan lainnya pun terus diperbaiki. Tapi butuh kerja sama dari semua pihak agar Kota Bandung menjadi lebih baik. Perubahan ke arah positif tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah.

Hindia Belanda karena pada waktu itu perkembangan kota Batavia sudah dinilai tidak layak sebagai ibukota pemerintahan. Hal tersebut beralasan dikarenakan sebelumnya perlu anda ketahui bahwa Kantor Pemerintahaan Provinsi Jawa Barat itu menempati bangunan Gedung Kerta Mukti di Jalan Braga Bandung. Untuk ruangan kerja Gubernur Jawa Barat sendiri berada di lantai 2 bersama dengan ruang kerja Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah ( Sekda ), Assisten serta Biro. Sekretaris Daerah dengan Empat Asisten yaitu Asisten Ketataprajaan, Asisten Administrasi Pembangunan, Asisten Kesejahteraan Sosial dan Asisten Administrasi. Namun demikian, tidak seluruh Asisten Gubernur tersebut menempati Gedung Sate, yaitu bagian Asisten Kesejahteraan Sosial dan Asisten Administrasi bersama staf menempati Gedung Baru. Di bagian timur dan barat terdapat dua ruang besar yang akan mengingatkan pada ruang dansa ( ball room) yang sering terdapat pada bangunan masyarakat Eropa. Dan di sekeliling kedua aula barat dan timur ini terdapat juga sejumlah ruangan yang di tempati pleh beberapa Biro dengan Stafnya. Gedung Sate Bandung ini, maka harus menggunakan Lift atau dengan menaiki tangga kayu.

Baca Juga  : Studi Wisata Atau Studi Banding Di Bandung

Sahabat traveler’s, berikut adalah beberapa keunikan serta fakta menarik yang harus anda ketahui seputar Gedung Sate di Kota Bandung sebelum anda mengunjunginya. Sahabat traveler’s, saat ini banyak sekali bangunan lama, maupun bangunan baru di kota bandung dan sekitarnya yang memiliki nilai sejarah, keunikan dan fungsi kekinian yang modern. Kota Bandung sejak dipimpin oleh lulusan arsitektur ITB Ridwan Kamil sedikit banyaknya telah merubah tata ruang kota dengan ruang hijau serta bangunan – bangunan baru yang aristik. Bandung Planning Gallery, kemudian ada juga Bandung Command Centre, Bandung Scxience Centre dan masih banyak yang lainnya. Nah berbeda dengan bangunan Gedung Sate Bandung, bangunan ini menawarkan sebuah tempat bersejarah yang ada di pusat kota Bandung, damn popularitasnya terus bertahan hingga kini. 6 tusuk sate ( meski sebagian ada yang seperti jambu air dan melati ) yang berada di bagian puncak atas menara sentral. Nah yang menjadi unik dari adanya 6 tusuk sate ini adalah semacam sebuah simbol yang menggambarkan Biaya Pembangunan Gedung Sate Bandung ini menghabiskan anggaran dana 6 juta Gulden.

Sahabat traveler’s, banyak yang orang yang membandingkan kemegahan serta Fungsi Gedung Sate Bandung dengan bangunan – bangunan pusat pemerintahan di seluruh dunia. Cor Pashier dan Jan Wittenberg ( arsitek Belanda ), yang menyatakan bahwa arsitektur Gedung Sate adalah hasil sempurna eksperimen paduan arsitektur Indo-Eropa. Gedung Sate di Kota Bandung ini adalah merupakan suatu maha karya arsitektur yang berhasil memadukan model dan harmoni arsitektur timur dengan barat yang nampak indah sekali. Kemegahan Gedung Sate Bandung juga sangat menarik perhatian sejumlah arsitek Indonesia dengan berikan pernyataan serupa seperti Slamet Wirasonjaya, dan Ir. Sahabat traveler’s, saat ini begitu banyak tempat wisata yang unik dan menarik di Kota Bandung dan sekitarnya yang ngehits sebagai destinasi wisata yang instagramable. Kota Mini Lembang dan Rainbow Garden di kawasan Wisata Floating Market Lembang dll. Nah begitu pun juga dengan objek wisata Gedung Sate Bandung ini, dimana sekarang telah menjadi salah satu tempat wisata di Bandung yang sering dijadikan tempat berfoto di bandung.

Studi Wisata Atau Studi Banding Di Bandung Studi Wisata Atau Studi Banding Di Bandung

Sejarahbandung.com – Dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan, sekolah mengadakan berbagai kegiatan yang bersifat edukatif dan positif. Hal ini tentunya menjadi program yang sangat menarik bagi siswa-siswa SMP. Salah satu program yang diadakan yaitu studi wisata atau studi banding ke tempat-tempat yang ada nilai edukatifnya. Pihak sekolah telah memilih tempat yang cocok untuk anak-anak SMP. Kegiatan studi banding diadakan untuk memenuhi kebutuhan informasi tentang tempat-tempat wisata dan tempat yang mempunyai koleksi yang menarik yang tidak ada di kota Surakarta. Tempat wisata ini diharapkan menjadi inspirasi dan meningkatkan ilmu bagi siswa SMP yang mengunjunginya. Kegiatan studi wisata atau studi banding diadakan di sekolah dengan tujuan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan alam dan menambah wawasan tentang ilmu pengetahuan. Kegiatan studi wisata juga sebagai pendukung pelajaran Bahasa Indonesia, juga pelajaran lain yang secara langsung dapat diterapkan. Program ini bagi Kelas IX juga merupakan sarana latihan membuat karya tulis dari berbagai objek wisata yang dikunjungi. 1) Untuk memenuhi tugas dari panitia study wisata, tugas kokulikuler mata pelajaran Bahasa Indonesia. 3) Sebagai sarana untuk menyeberluaskan objek – objek wisata di kota Bandung dan sekitarnya.

4) Sebagai cara untuk memperoleh pengalaman langsung penulis dalam hal pembuatan karya tulis. Museum Geologi didirikan pada tanggal 16 Mei1928. Museum ini telah direnovasi dengan dana bantuan dari JICA (Japan International Cooperation Agency). Setelah mengalami renovasi, Museum Geologi dibuka kembali dan diresmikan oleh Wakil Presiden RI, Megawati Soekarnoputri pada tanggal 23 Agustus2000. Sebagai salah satu monumen bersejarah, museum berada di bawah perlindungan pemerintah dan merupakan peninggalan nasional. Dalam Museum ini, tersimpan dan dikelola materi-materi geologi yang berlimpah, seperti fosil, batuan, mineral. Terbagi menjadi 3 ruang utama : Ruang orientasi di bagian tengah, Ruang Sayap Barat dan Ruang Sayap Timur. Ruang Orientasi berisi peta geografi Indonesia dalam bentuk relief layar lebar yang menayangkan kegiatan geologi dan museum dalam bentuk animasi, bilik pelayanan informasi museum serta bilik pelayanan pendidikan dan penelitian. Hipotesis terjadinya bumi di dalam sistem tata surya. Selain maket dan panel-panel informasi, masing-masing bilik di ruangan ini juga memamerkan beragam jenis batuan (beku, sedimen, malihan) dan sumber daya mineral yang ada di setiap daerah.

Dunia batuan dan mineral menempati bilik di sebelah baratnya, yang memamerkan beragam jenis batuan, mineral dan susunan kristalografi dalam bentuk panel dan peraga asli. Masih di dalam ruangan yang sama, dipamerkan kegiatan penelitian geologi Indonesia termasuk jenis-jenis peralatan/perlengkapan lapangan, sarana pemetaan dan penelitian serta hasil akhir kegiatan seperti peta (geolologi, geofisika, gunung api, geomorfologi, seismotektonik dan segalanya) dan publikasi-publikasi sebagai sarana pemasyarakan data dan informasi geologi Indonesia. Ujung ruang sayap barat adalah ruang kegunung apian, yang mempertunjukkan keadaan beberapa gunungapi aktif di Indonesia seperti : Tangkuban Perahu, Krakatau, Galunggung, Merapi dan Batu. Selain panel-panel informasi ruangan ini dilengkapi dengan maket kompleks Gunungapi Bromo-Kelut-Semeru. Beberapa contoh batuan hasil kegiatan gunung api tertata dalam lemari kaca. Ruang Sayap Timur Ruangan yang mengambarkan sejarah pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup, dari primitif hingga modern, yang mendiami planet bumi ini dikenal sebagai ruang sejarah kehidupan. Panel-panel gambar yang menghiasi dinding ruangan diawali dengan informasi tentang keadaan bumi yang terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu, dimana makhluk hidup yang paling primitiv pun belum ditemukan.

Baca Juga  : Berwisata Sambil Belajar Di Taman Sejarah Bandung

Beberapa miliar tahun sesudahnya, disaat bumi sudah mulai tenang, lingkungannya mendukung perkembangan beberapa jenis tumbuhan bersel-tunggal, yang keberadaan terekam dalam bentuk fosil Reptilia bertulang-belakang berukuran besar yang hidup menguasai Masa Mesozoikum Tengah hingga Akhir (210-65 juta tahun lalu) diperagakan dalam bentuk replika fosil Tyrannosaurus Rex Osborn (Jenis kadal buas pemakan daging) yang panjangnya mencapai 19 m, tinggi 6,5 m dan berat 8 ton. Kehidupan awal di bumi yang dimulai sekitar 3 miliar tahun lalu selanjutnya berkembang dan berevolusi hingga sekarang. Jejak evolusi mamalia yang hidup pada zaman Tersier (6,5-1,7 juta tahun lalu) dan Kuarter (1,7 juta tahun lalu hingga sekarang) di Indonesia terekam baik melalui fosil-fosil binatang menyusui (gajah, badak, kerbau, kuda nil) dan hominid yang ditemukan pada lapisan tanah di beberapa tempat khususnya di Pulau Jawa. Kumpulan fosil tengkorak manusia-purba yang ditemukan di Indonesia (Homo erectus P. VIII) dan di beberapa tempat lainnya di dunia terkoleksi dalam bentuk replikanya. Begitu pula dengan artefak yang dipergunkan, yang mencirikan perkembangan kebudayaan-purba dari waktu ke waktu. Penampang stratigrafi sedimen Kuarter daerah Sangiran (Solo, Jawa Tengah), Trinil dan Mojokerto (Jawa Timur) yang sangat berarti dalam pengungkap sejarah dan evolusi manusia-purba diperagakan dalam bentuk panel dan maket.

Berwisata Sambil Belajar Di Taman Sejarah Bandung Berwisata Sambil Belajar Di Taman Sejarah Bandung

Sejarahbandung.com – “Jangan sekali-kali melupakan sejarah”, begitu tutur Bung Karno dalam salah satu pidatonya. Kota Bandung yang sudah mencatat sejarah selama 200 tahun lebih pun enggan bila generasi baru yang tinggal di dalamnya tak mengenal cerita masa lalu yang dimilikinya. Oleh karena itu, semenjak 21 Januari lalu Kota Bandung resmi memiliki Taman Sejarah yang dapat dikunjungi dengan cuma-cuma, agar generasi muda kota ini dapat belajar sambil berwisata di dalamnya. Tahukah Anda siapa Walikota pertama Kota Bandung? Mungkin tak banyak orang yang tahu bahwa walikota pertama kita adalah seorang Belanda bernama Bertus Coops. Cerita mengenai Walikota Bertus Coops ini kini dapat dibaca di Taman Sejarah Bandung. Tentunya tak hanya cerita tentang beliau saja yang bisa didapat dari Taman Sejarah Bandung, cerita mengenai para Walikota penerusnya hingga Walikota Ridwan Kamil tersaji dengan baik melalui infografis yang tersedia pada dinding-dinding kaca yang dipasang di salah satu sudutnya. Tak jauh dari lokasi infografis mengenai Walikota Bandung, terdapat relief yang menceritakan mengenai keluarga Wiranatakusumah yang secara lintas generasi pernah menjabat sebagai Bupati Bandung yang turut serta mendirikan dan membangun Kota Bandung. Relief ini terukir tepat di dinding bangunan yang sebelumnya merupakan Gedung DPRD Kota Bandung. Rencananya di dalamnya akan dibuat Bandung Planning Gallery yang berisikan rancangan masa depan Kota Bandung. Taman Sejarah Bandung ini tak hanya menjadi sarana informasi sejarah Kota Bandung, tapi juga menjadi ruang publik yang juga dapat dinikmati siapapun yang mengunjunginya. Oleh Karena itu, di salah satu bagiannya terdapat sebuah kolam dan area yang cukup rindang untuk digunakan untuk bersantai di waktu senggang. Untuk dapat mengunjungi Taman Sejarah Bandung ini, Anda dapat memasukinya melalui pintu masuk Balai Kota Bandung yang terletak di Jl. Wastukencana No.2 atau area masuk yang berada di Jl. Aceh. Taman Sejarah Bandung terbuka untuk umum selama 24 jam, khusus bagi Anda yang ingin mengenal Kota Bandung dengan lebih dekat.

Prestasi “Kang Tohir” demikian dia akrab disapa, di Persib dimulai sebagai pelatih fisik dari tahun 1984. Pada tahun 1990 melatih PSSI usia 14-16tahun. Tahun 1993 dibawah kepelatihannya, PERSIB menjadi Juara Perserikatan, tahun 1994 membawa PERSIB menjadi juara Liga Indonesia pertama. Sebagai pelatih, Tohir dikenal memiliki wibawa yang besar dikalangan pemain. Dalam melatih, Tohir tidak mengistimewakan pemain bintang dan tidak pilih kasih. Sebagai pelatih ia memiliki kiat, bahwa isterinya adalah isteri yang ke-2, isteri pertama adalah kesebelasan yang dilatihnya ini. Konsekuensi dari keseriusannya dalam melaksanakan tanggungjawabnya sebagai pelatih, Tohir tidak bisa meninggalkan latihan, sehingga terkesan seperti yang tidak percaya kepada asisten. Akan tetapi, dukungan isterinya dalam menjalankan tugas sebagai pelatih PERSIB cukup besar. Menurut penuturan isterinya, KangTohir yang dikenal memiliki hobi menyanyi, Dansa, serta main golf, dulu dikenal sebagai pemain Base ball Nasional, taun ’67an, sedangkan Ceu Aat pemain Jabar. Walaupun memiliki hobi yang lain diluar sepakbola, dirinya tahu diri kalau mau latihan. Sebagai pelatih, Kang Tohir Pernah melatih Persikabo Bogor, yang menaikkan status kesebelasan ini ke Divisi Utama (tahun 1997). Disiplin ke anggota keluargaan. Semua puteranya mewarisi darah ayahnya dalam hal olah raga.

Beberapa catatan prestasinya melatih sepakbola, membawa dirinya untuk mengunjungi beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, Brunei, Philifina, Taiwan dan Perancis. Pernah pula menjadi pelatih terbaik Asia waktu PERSIB masuk menjadi grup 4 besar nasional dan Pelatih terbaik versi Majalah Bola. Terakhir Kang Tohir yang rutin main golf 1-2 dalam seminggunya ini Menyampaikan saran untuk pelatih sepakbola lainnya, bahwa dalam melatih jangan pernah menjanjikan sesuatu kepada pemain serta tidak boleh menghujat pelatih lainnya. Ade Dana merupakan salah satu pemain besar yang pernah dimiliki Indonesia. Sampai saat ini prestasi tersebut dianggap sebagai prestasi paling fenomenal yang pernah tercatat dalam sejarah persepakbolaan Indonesia. Berkat itu pula, sampai akhir hayatnya, ia tetap menerima uang pensiun dari PSSI sebagai penghargaan atas jasa-jasanya tersebut. Selain itu, almarhum pernah mengharumkan nama Persib ketika menjadi pemain pada era ’50-an dan bercokol sebagai salah satu tim elite nasional. Pada tahun 1957, Ade dana membawa Persib menduduki peringkat ketiga dan dua tahun kemudian membawa Persib naik ke posisi kedua.

Baca Juga  : Bandung Lautan Api – Harta Benda Dan Nyawa Dikorbankan

Sebagai pelatih, Ade Dana bersama Indra tohir dan Dede Rusli membawa Persib tampil menjuarai kompetisi perserikatan 1989-1990 dengan mengalahkan Persebaya 2-0 pada grand final melalui gol Dede Rosadi dan Sutiono. Selain itu, ia juga merupakan pelatih pertama di Jabar pada era ’80-an yang memiliki predikat S-1. Siapa yang tak kenal Adeng Hudaya? Bobotoh fanatik pasti tahu persis sepak terjang pemain satu ini. Maklum dia adalah Libero sekaligus kapten, Ketika Persib Bandung Berjaya dii pentas sepakbola nasional semasa kompetisi era perserikatan. Adeng Mulai bergabung dengan Tim Persib sejak tahun 1979, Sudah dua kali merasakan manisnya menjadi juara kompetisi kompetisi perserikatan yaitu pada tahun tahun 1986 dan 1989/1990. Ketika menjadi bagian dari tim nasional Indonesia A yang berlatih di Brasil, ia tidak sempat memperkuat Persib di Piala Hasanal Bolkiah (Piala Pesta Sukan II) 1986 di Brunei Darussalam. Karena “kehilangan” pemain andalannya tersebut, kemudian Persib memanggil dua pemain asal Bandung (Jawa Barat) yang memperkuat klub lain, yaitu Heri Kiswanto (Krama Yudha Tiga Berlian Palembang) dan Yusuf Bachtiar (Perkesa ’78 Sidoardjo). Begitu banyak pengalaman menarik selama Kang Adeng bergabung bersama Persib.

Bandung Lautan Api - Harta Benda Dan Nyawa Dikorbankan Bandung Lautan Api - Harta Benda Dan Nyawa Dikorbankan

Sejarahbandung.com – Dulu sewaktu sekolah SD, lagu ini sering saya dengarkan di upacara bendera senin pagi. Halo-Halo Bandung dipilih sebagai lagu wajib pilihan selain Indonesia Raya tentunya yang benar-benar wajib dinyanyikan. Ditulis oleh Ismail Marzuki yang belakangan baru saya ketahui kalau lagu ini masih diperdebatkan siapa pencipta sebenarnya. Terlepas dari perdebatan itu, lagu Halo-Halo Bandung adalah salah satu lagu perjuangan yang mengingatkan kita pada suatu peristiwa bersejarah di kota Bandung, Bandung Lautan Api. Hayo .. Ngaku deh .. Sering denger Bandung Lautan Api tapi ga tau gimana cerita sejarahnya? Hehe .. Wah .. Jangan-jangan berlakunya cuma buat saya aja nih. Huhu .. Gapapa deh, walaupun begitu saya tetep pengen bagi-bagi pengalaman dan pengetahuan saya dengan temen-temen semua.. Juga tentang perjalanan saya dengan komunitas Aleut! Minggu pagi itu saya berkumpul di Bank Jabar Banten jalan Braga jam 7 pagi. Ah senangnya karena Aleut! Ada temen-temen dari Sahabat Kota, ITB, Unpad, Unpas, siswa SMK, Konus, pegawai kantor sampai adik-adik yang masih duduk di bangku SD! Total peserta minggu kemarin sebanyak 29 orang lho!

Walaupun peringatannya masih satu bulan lagi, tapi kobaran semangat perjuangan rakyat Bandung Selatan sudah mulai terasa. Bandung Lautan Api terjadi pada 24 Maret 1946. Satu hari sebelumnya yaitu tanggal 23 Maret 1946 NICA (Nederlands Indies Civil Administration) dan Inggris mengultimatum TRI (Tentara Republik Indonesia) untuk mundur sejauh 11 km dari pusat kota dalam waktu 24 jam saja (pada tanggal 20 Desember 1945 pemerintah kota Bandung sudah pernah mendapatkan ultimatum ini). Pada saat itu Bandung terbagi menjadi dua wilayah. Wilayah utara dikuasai oleh sekutu dan NICA, sebelah selatan dikuasai oleh TRI dengan jalur rel kereta api sebagai batas wilayahnya. TRI yang pada saat itu dipimpin oleh Kol.A.H. Nasution yang juga Komandan Divisi III menuruti perintah pemerintah RI pusat (melalui Syarifuddin Prawiranegara) untuk segera meninggalkan kota Bandung. Padahal Markas Besar TRI yang bertempat di Yogyakarta menginginkan wilayah Bandung dipertahankan, dijaga setiap jengkalnya walaupun harus mengorbankan nyawa. Diambillah keputusan rakyat Bandung mundur, namun TRI serta laskar-laskar tetap bertahan dan berjuang mempertahankan tanah Bandung Selatan walaupun pada akhirnya ikut mengungsi karena keadaan yang tidak mungkin untuk melawan musuh.

Bandung dipisahkan karena sekutu melihat semakin bersatunya kekuatan laskar dan TRI. Sekutu khawatir keinginan mereka menguasai Bandung tidak tercapai. TRI, BKR (Badan Keamanan Rakyat), Laskar Rakyat, Barisan Banteng, Barisan Merah, Laswi (Laskar Wanita), Siliwangi, Pelajar Pejuang bersama dengan rakyat berjuang mempertahankan wilayah. Keputusan meninggalkan Bandung diambil melalui musyawarah Majelis Persatuan Perjuangan Priangan (MP3) pada hari itu juga yang dihadiri oleh semua barisan perjuangan. Tindakan pembumihangusan itu sendiri diusulkan oleh Rukana yang saat itu menjabat sebagai Komandan Polisi Militer di Bandung. Setelah keputusan disepakati, Kol.A.H.Nasution menginstruksikan agar rakyat segera meninggalkan Bandung. Saat itu juga rakyat Bandung mengungsi dalam rombongan besar ke berbagai daerah seperti Soreang, Dayeuh Kolot, Cicalengka, Pangalengan. Mereka mengungsi meninggalkan harta benda, hanya membawa barang seadanya. Rakyat mundur dan Bandung siap dikosongkan. Pengosongan ini disertai dengan pembakaran kota. Rumah-rumah dan gedung-gedung dibakar oleh masyarakat dan para pejuang. Hal ini dilakukan agar sekutu tidak dapat menggunakan dan memanfaatkannya. Rakyat tidak rela kotanya diambil alih pihak musuh. “Kami waktu itu sudah diajari oleh Jepang tentang politik bumi hangus.

Dan kami tidak rela kembali dijajah. Jadi ketika kami mundur semua rumah dibakar oleh pemiliknya,” jelas Akhbar yang pada saat itu merupakan anggota Laskar Pemuda. Bangunan pertama yang dibakar yaitu bangunan Indische Restaurant yang sekarang lokasinya sekitar Bank BRI jalan Asia-Afrika sekitar pukul 21.00 malam. Dilanjutkan dengan pembakaran gedung-gedung penting di sekitarnya termasuk juga rumah-rumah rakyat. Malam itu kobaran api memanaskan kota Bandung. Dari puncak bukit terlihat Bandung memerah. Dari Cimahi di barat sampai Ujung Berung di timur Bandung. Namun seberapa hangusnya kota Bandung, masih belum pasti. Di beberapa tulisan disebutkan gedung-gedung yang dibakar tidak begitu rusak dan masih bisa dipakai bahkan dijadikan tempat pertemuan penting serta konferensi internasional beberapa tahun kemudian (nenek saya yang mengungsi ke Pangalengan juga bercerita kalau sekembalinya dari pengungsian, rumahnya tidak terbakar sama sekali karena yang dibakar hanya rumah-rumah di pinggir jalan raya saja). Terjadi pula peledakan gudang mesiu milik sekutu di Dayeuh Kolot. Pelakunya Moh.Toha dan Ramdan dengan menggunakan granat tangan hingga mengakibatkan Ramdan tewas, namun entah dengan Moh.Toha, tewaskah atau menghilang.

Baca Juga  : Mengenal Sejarah Bandung Lautan Api

Sosok yang sebenarnya dari Moh.Toha pun masih diperdebatkan. Nama Moh.Toha kini diabadikan menjadi salah satu nama jalan dan tugu perjuangan di Bandung. Nama ‘Bandung Lautan Api’ tentunya dikenal setelah peristiwa pembakaran kota Bandung. Ada yang menuliskan bahwa istilah Bandung Lautan Api berawal dari Rukana (Komandan Polisi Militer di Bandung) yang pada saat melakukan pertemuan tindakan ultimatum Inggris mengatakan “Mari kita bikin Bandung Selatan menjadi lautan api”. Tulisan lain menyebutkan bahwa istilah Bandung Lautan Api muncul saat tulisan Atje Bastaman dimuat di harian Suara Merdeka tanggal 26 Maret 1946. Atje yang wartawan muda memberitakan peristiwa pembakaran kota dengan judul Bandoeng Djadi Laoetan Api. Ismail Marzuki melalui lagu Halo-Halo Bandung. W.S.Rendra pun mengenang BLA lewat sajak yang berjudul ‘Sajak Seorang Tua Tentang Bandung Lautan Api’. Berikut sepenggal sajaknya .. Bila tidak mampu mempertahankan kepastian hidup bersama ? Kini batinku kembali mengenang udara panas yang bergetar dan menggelombang, bau asap, bau keringat suara ledakan dipantulkan mega yang jingga, dan kaki langit berwarna kesumba.

Mengenal Sejarah Bandung Lautan Api Mengenal Sejarah Bandung Lautan Api

Sejarahbandung.com – Setiap tanggal 24 Maret, Indonesia memeringati peristiwa Bandung Lautan Api yang fenomenal. Mungkin kebanyakan dari kamu belum tahu mengapa Bandung sempat dibumihanguskan. Kali ini, Pegipegi pengin mengajak kamu untuk mengenal sejarah Bandung Lautan Api lebih dalam. Pasukan sekutu, Inggris bagian dari Brigade MacDonald dan NICA mendarat di Bandung pada 12 Oktober 1945. Dari awal, hubungan pasukan Inggris dan Indonesia sudah tegang. Mereka gencar-gencarnya merebut senjata api yang ada di tangan penduduk, kecuali senjata api milik TKR (yang kini menjadi TNI) dan polisi. Sekutu juga meminta semua senjata pihak Indonesia yang merupakan pelucutan Jepang diserahkan kepada mereka. Ditambah orang-orang tahanan Belanda dibebaskan dari kampung tawanan dan melakukan tindakan-tindakan yang mengganggu keamanan serta NICA dengan bebas melakukan teror kepada masyarakat. Akibat kehadiran sekutu, terjadilah bentrokan bersenjata antara Inggris dan TKR yang semakin memanas. Tanggal 21 November 1945, TKR dan badan-badan perjuangan terus melancarkan serangan terhadap kedudukan-kedudukan Inggris di Bandung Utara, termasuk sekutu di Hotel Humnn dan Hotel Preanger, juga diserang oleh para TKR dan pejuang Indonesia.

Tapi, para pejuang nggak mengindahkan ultimatum tersebut. Hal tersebut malah menaikkan semangat para pejuang, rakyat, dan pemuda yang tergabung dalam TKR untuk melawan sekutu. Sejak saat itulah, pertempuran kecil dan besar antara pejuang dan sekutu terus berlangsung di Bandung. Pada malam hari tanggal 25 November 1945 bendungan Sungai Cikapundung jebol dan menimbulkan banjir besar hingga menelan ratusan korban dan ribuan penduduk kehilangan tempat tinggal. Keadaan tersebut dimanfaatkan oleh tentara sekutu dan NICA untuk menyerang rakyat yang sedang tertimpa musibah. Hingga akhirnya Kota Bandung terbagi dua, yaitu Bandung Utara dan Bandung Selatan. Tentara sekutu menduduki Bandung Utara dan Indonesia menduduki Bandung Selatan dengan jalur kereta api sebagai batas wilayahnya. Setiap hari perang antara pejuang dan sekutu terus terjadi. Hingga pada 5 Desember 1945, sekutu melancarkan aksinya kembali dengan memborbardir daerah Lengkong Besar. Tanggal 21 Desember 1945, pihak Inggris menjatuhkan bom dan tembakan di Cicadas. Sekutu Inggris dan NICA kembali memberikan ultimatum kedua pada 23 Maret 1946 kepada TRI untuk mundur sejauh 11 km dari pusat kota dalam waktu 24 jam.

TRI yang saat itu dipimpin oleh Kolonel A.H.Nasution menuruti perintah pemerintah RI Pusat untuk meninggalkan Bandung. Keputuan yang diambil TRI mendapatkan kontra dari Markas Besar TRI yang bertempat di Yogyakarta. Mereka menginginkan agar Bandung tetap dipertahankan dan dijaga walaupun harus mengorbankan nyawa. Akhirnya diambil keputusan agar rakyat Bandung mundur dan para TRI serta pejuang tetap bertahan dan memperjuangkan Bandung Selatan. Pada akhirnya para pejuang juga ikut mengungsi karena keadaan semakin melemah dan tidak memungkinkan untuk melawan musuh. TRI akhirnya melakukan bumi hangus terhadap Bandung. Tindakan ini diambil setelah melalui musyawarah Majelis Persatuan Perjuangan Priangan (MP3) yang dihadiri oleh semua barisan perjuangan. Tindakan bumi hangus diusulkan oleh Rukana (Komandan Polisi Militer di Bandung) dan disepakati oleh Kolonel A.H.Nasution yang menginstruksikan agar rakyat segera meninggalkan Bandung. Ketika itu, rakyat mengungsi ke berbagai daerah, seperti Soreang, Cicalengka, Pangelangan, Dayeuh Kolot, dan lain-lain dengan membawa barang seadanya. Setiap kota di Indonesia memang memiliki sejarahnya masing-masing, termasuk Bandung yang dikenal dengan peristiwa Bandung Lautan Api. Di kota kembang tersebut, kamu juga bisa mengunjungi berbagai tempat bersejarah yang berhubungan masa-masa penjajahan atau kemerdekaan. Agar bujet liburan kamu ke Bandung lebih terjangkau, yuk, pesan tiket pesawat atau tiket kereta api ke Bandung lewat Pegipegi, ya! Jangan lupa buat cari hotel murah di Bandung juga, ya!

Baca Juga  : Asal Muasal Dan Sejarah Bandung

Akhirnya, malam yang telah disepakati pun tiba. Api melahap rumah, pedang berkelebat, dan darah muncrat. Dalam Wawacan Carios Munada (1993), Edi S. Ekadjati dkk mengatakan bahwa 100 tahun setelah kejadian tersebut, masyarakat Bandung tetap memandang kasus pembunuhan ini sebagai peristiwa besar. Kisah ini pun terus beredar dari mulut ke mulut. Peristiwa berdarah dilatarbelakangi salah satunya oleh dendam pejabat di kota Bandung ini juga tercatat dalam empat sumber tertulis: Sejarah Timbanganten, Kitab Pancakaki, Babad Raden Adipati Aria Martanagara, dan Wawacan Carios Munada. Dari empat naskah tersebut, Wawacan Carios Munada yang naskahnya disimpan di perpustakaan Universitas Leiden adalah karya paling rinci yang menuturkan peristiwa tersebut, mulai dari latar belakang sampai akibatnya. Sementara dalam naskah Sejarah Timbanganten, kejadian ini hanya dimuat pada halaman 19-21. Dalam Kitab Pancakaki, peristiwa ini hanya satu dari sekian kejadian penting yang dicatat oleh penulisnya. Bobotnya tak berbeda dengan peristiwa meletusnya Gunung Galunggung. Pada naskah Babad Raden Adipati Aria Martanagara, huru-hara Munada sekilas dimunculkan untuk dikaitkan dengan kejadian serupa di Bandung pada 1893, yakni rencana pembunuhan terhadap residen, asisten residen, dan bupati. Dari keempat naskah ini, bahasan yang paling sedikit dapat dijumpai dalam Kitab Pancakaki.

Tiga naskah lain yang lebih panjang mengandung sejumlah perbedaan terkait fakta di lapangan, di antaranya nama Jaksa Bandung, besaran utang Munada, senjata yang dipakai Munada untuk membunuh, waktu peristiwa, dan lain-lain. Karena paling lengkap dan runut, rujukan yang saya pakai pada bagian pertama tulisan ini adalah Wawacan Carios Munada. Tiga puluh dua tahun silam, kisah Munada diwariskan oleh Haryoto Kunto kepada generasi muda Bandung lewat magnum opus berjudul Semerbak Bunga di Bandung Raya (1986). Dalam buku setebal seribu halaman lebih itu, Haryoto Kunto dua kali menyampaikan bahwa pasar pertama Bandung terbakar saat terjadi huru-hara Munada. “Pasar itu kemudian musnah terbakar sewaktu terjadi ‘Huru-hara Munada’ di pertengahan abad XIX. Sejak masa itu, Bandung tidak memiliki pasar. Hingga para pedagang pada keluyuran, menjajakan dagangannya di sekitar alun-alun, Jalan Raya Pos, Cibadak, Pangeran Sumedang-weg, Jl. ABC, Suniaraja, dan kemudian juga mangkal di sekitar stasiun kereta api setelah kereta api masuk ke Bandung pada 1884,”