Tanggal 25 September kini diperingati sebagai hari jadi Kota Bandung. Penetapan ini berdasarkan penelitian sejarawan Sobana Hardjasaputra, yang dalam disertasinya Perubahan Sosial di Bandung 1810–1906 (2002) menyatakan bahwa Bandung didirikan oleh dan atas kehendak Bupati R.A. Wiranatakusumah II. Peresmian sebagai ibu kota baru Kabupaten Bandung dilakukan oleh Gubernur Jenderal Daendels melalui besluit tertanggal 25 September...
Tag: Herman Willem Daendels
Penamaan Jalan Asia Afrika Bandung
Di tengah Kota Bandung terbentang sebuah jalan dengan nama cukup unik, Jalan Asia Afrika. Di jalan ini, banyak cerita yang berkaitan dengan sejarah pendirian dan perkembangan kota. Jalan tersebut merupakan potongan Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan peninggalan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels yang dimulai tahun 1808 yang dibangun atas dorongan motif militer, ekonomi, komunikasi[1].
Sejarah Singkat Lahirnya Kota Bandung
Tanggal 25 September merupakan hari lahir Kota Bandung. Tanggal ini merujuk pada surat keputusan peresmian kota yang ditandatangani Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels di tahun 1810. Kota Bandung merupakan kota yang baru untuk menggantikan Ibukota Kabupaten Bandung yang lama, Krapyak. Kota yang berpusat di pendopo dan alun-alun ini pada mulanya merupakan hutan dan beberapa desa-desa...
Alun-Alun, Rahim Sepakbola Kota Bandung
Alun-Alun Bandung dibangun seiring pembangunan pusat pemerintahan kabupaten yang baru di sekitar tahun 1810. Pemindahan ini didorong oleh surat dari Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels tanggal 25 Mei yang berisi perintah pemindahan Ibukota Kabupaten Bandung ke posisi yang dekat dengan Jalan raya Pos.
(Video) Cihea dan Jalan Paling Berbahaya di Priangan
Melewati Jalan Raya Pos buatan Daendels, seorang pelancong yang juga penulis asal Inggris menceritakan pengalamannya selama melakukan perjalanan. Penulis dengan yang dikenal dengan nama Bengal Civilian ini menceritakan satu bagian di Jalan Raya Pos, yang menurutnya berbahaya. Seperti apa?
Cihea dan Jalan Paling Berbahaya di Priangan
We consider this ascent from the Tjeetaram to be the only really dangerous part of the road between Batavia and Bandong. (Charles W. Kinloch – 1852)




