taman labirin balai kota bandung

Balai Kota Bandung Yang Juga Menyajikan Wisata Gratis Balai Kota Bandung Yang Juga Menyajikan Wisata Gratis

Sejarahbandung.com – BALAI Kota Bandung adalah kantor wali kota Bandung yang berada di Jalan Wastukencana No 2. Seperti disebutkan laman wikipedia balai kota merupakan bangunan administratif utama bagi pemerintahan kota dan biasanya memuat dewan kota, departemen terkait dan para pegawainya. Di sinilah, wali kota menjalankan fungsinya. Nah di Bandung, kawasan kantor wali kota tersebut tak hanya melulu untuk berkantor para pegawai pemerintahan. Di sekelilingnya bangunan kantor tersebut terdapat tempat-tempat yang bisa dikunjungi warganya untuk berwisata. Tempat tersebut bisa dikunjungi tanap harus membayar alias gratis. Yang menjadi favorit warga adalah Taman Balai Kota. Taman ini adalah taman yang paling tua di Kota Bandung. Dibangun pada1885 dengan nama Pieter Sijthoffpark atau Pieterspark. Namun nama itu tidak populer. Orang Bandung lebih senang menyebutnya Kebon (Kebun) Raja. Mengapa Kebon Raja karena di sebelah timur taman ada sekolah bernama Kweekschool voor Inlandsche Onder Wijzern. Sekolah ini sering disebut Sakola Raja. Taman tersebut setelah Walik Kota Bandung Ridwan Kamil memimpin direvitalisasi.

Banyak perubahan desain yang dilakukan oleh Ridwan Kamil. Taman ini ditata hingga warga lebih nyaman lagi untuk berkunjung ke taman tersebut. Sebut saja semacam stilasi bertuliskan “Love”. Tempat ini sering dijadikan tempat berfoto para pengunjung. Taman Badak Putih pun yang difasilitasi kolam dangkal menjadi daya tarik tersendiri. Terutama anak-anak yang ingin bermain air di kolam dangkal tersebut. Badan Putih yang sebelumnya telah ada lebih bersih dan menjadi teman nyaman untuk nongkrong di pinggir kolam dan patung tersebut. Taman Dewi Sartika yang menghadap ke Jalan Perintis Kemerdekaan yang direvitalisasi belakangan bersamaan dengan Taman Badak Putih, menjadi tempat berfoto menarik dengan latar belakang patung dan tanaman berwarna-warni. Di taman ini pun dilengkapi mini zoo dengan koleksi hewan seperti kelinci. Tak jauh di Taman Dewi Sartika terdapan Taman Sungai Cikapayang. Menhir yang dipasang di sana juga menjadi daya tarik tersendiri. Termasuk juga kolam dangkal yang airnya berasal dari Sungai Cikapayang yang sebelumnya telah diproses sehingga bersih dan aman untuk dijadikan tempat bermain anak-anak. Di belakang balai kota ada Taman Sejarah. Taman yang tepatnya berada di Jalan Aceh ini menceritakan perjalanan Bandung. Nama-nama pemimipin Bandung terpampang di taman tersebut. Kolam dangkal pun disediakan di sini untuk tempat bermain anak-anak. Di samping Taman Sejarah ada galeri bernama Bandung Planning Gallery. Lokasinya berada di Jalan Aceh Nomor 51. Bandung Planning Gallery menempati gedung bekas kantor DPRD Kota Bandung. Kantor DPRD Kota Bandung sendiri pindah ke Jalan Sukabumi. Bandung Planning Gallery merupakan miniatur pembangunan Kota Bandung yang sudah jadi dan sedang proses. Di sana juga, pengunjung bisa mengetahui kebijakan pemerintah melalui pemutaran video lewat layar LCD. Pengunjung bisa merasakan virtual reality menggunakan LRT, video mapping, dan augmented reality.

Bila Anda dari stasiun Bandung, untuk menuju ke tempat ini jaraknya sekitar 6,5 kilometer, atau menempuh waktu 20 menit. Sementara bila Anda dari Bandara Husein Sastranegara jaraknya sekita 7,2 kilometer atau 25 menit. Dengan catatan, kondisi jalan lancar. Hehe. Faktanya, di hari-hari wiken Bandung selalu dipenuhi kendaraan. Jika Anda berasal dari luar kota dan menggunakan jalan tol Cipularang ,maka silahkan ambil pintu keluar Tol Kopo. Anda bisa langsung belok kiri menuju jalan bypass. Dari jalan bypass ambil arah kanan dan lurus hingga menjumpai lampu merah dan terlihatlah tugu sepatu. Status Cibaduyut sebagai sentra kerajinan sepatu memiliki sejarah yang panjang ternyata. Bahkan dimulai sejak masa belum kemerdekaan. Jadi konon sekitar tahun 1920-an ada sebagian warga daerah itu yang bekerja di sebuah pabrik sepatu yang kemudian bangkrut. Berbekal keahlian yang diperoleh selama bekerja di pabrik tersebut, mereka kemudian mulai merintis usaha pembuatan produk alas kaki sederhana di lingkungan sekitar rumah mereka. Ternyata usaha tersebut berkembang.

Baca Juga  : Berusia 204 Tahun, Ini Sejarah Singkat Kota Bandung

Pesanan semakin banyak, yang bahkan membuat mereka kewalahan. Oleh karenanya mereka kemudian merekrut tetangga dekat untuk membantu mengerjakan pesanan. Inilah awal mula meyebarnya keahlian membuat sepatu di antara warga. Sampai tahun 1940 tercatat terdapat 89 unit pengrajin sepatu. Pada tahun 1950 jumlahnya meningkat menjadi 250 unit usaha sepatu. Semakin berkembangnya daerah ini mendorong Pemerintah untuk menjadikannya sebagai tujuan wisata pada tahun 1989. Produknya pun tidak lagi terbatas pada sepatu, tetapi barang asesoris lain yang terbuat dari kulit seperti tas, jaket dan lainnya. Sentra sepatu ini mulai meredup pada saat krisis moneter tahun 1998. Selanjutnya derasnya sepatu impor memasuki tahun 2000-an semakin mendesak usaha ini. Namun perlahan mulai bangkit kembali. Kini, sentra sepatu tersebut sudah kembali ramai oleh pengunjung terutama di setiap wiken dan hari libur. Cibaduyut Bandung Shoping sudah menjadi tujuan wajib bagi para wisatawan yang berkunjung ke Paris Van Java. Daya tarik utama Cibaduyut bagi para wisatawan baik domestik maupun mancanegara adalah sebagai sentra produksi kerajinan sepatu. Cukup banyak factory outlet yang memadati wilayah ini. Kualitasnya tidak kalah dengan brand terkenal seperti Nike, Adidas dan lain-lain.